Rabu, 22 Februari 2017 08:45 WITA

Ujian Pendamping Desa di Lutra Dijaga Ketat

Penulis: Erick
Editor: Andi Chaerul Fadli
Ujian Pendamping Desa di Lutra Dijaga Ketat

RAKYATKU.COM, LUWU UTARA - Pelaksanaan ujian pendamping desa di Luwu Utara yang digelar, Selasa (21/2/2017) berlangsung cukup ketat. Nampak puluhan anggota Satpol PP Luwu Utara menjaga dua tempat pelaksanaan, yakni aula La Galigo Kantor Bupati dan di aula Bappeda Luwu Utara.

"Adanya sejumlah Satpol PP yang dilibatkan dalam proses ujian pendamping desa tidak lebih pada persoalan keamanan semata," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Luwu Utara, Misbah.

Dikhawatirkan, kata Misbah, jangan sampai muncul riak-riak sepanjang proses ujian berlangsung. "Jadi intinya hanya persoalan keamanan saja,” jelas Misbah.
    
Misbah menambahkan, Satpol PP tetap akan bertugas sampai proses tahapan ujian selesai. Kata dia, setelah ujian tertulis, peserta ujian masih akan melewati beberapa tahapan tes, di antaranya tes wawancara dan tes Focus Group Discussion (FGD). 

Ujian Pendamping Desa di Lutra Dijaga Ketat

“Setelah ini kita masih akan melakukan tes wawancara dan FGD dan Satpol PP masih terus akan menjaga jalannya tes sampai selesai tahapan dari 235 peserta ujian yang terdaftar, 10 di antaranya batal ikut karena berbagai alasan. Jadi yang ikut ujian berjumlah 225. Dari 225 peserta akan terpilih 40 terbaik," kata dia.

loading...

Ujian Pendamping Desa di Lutra Dijaga Ketat

"Peserta yang ikut ujian kategori Pendamping Lokal Desa berjumlah 235, tapi ada 10 yang batal karena berbagai alasan. Dari 225 nanti akan terpilih 40 yang terbaik,” tambah Misbah.

“Untuk kategori pendamping desa, ada 19 peserta yang ikut ujian, dua yang batal, dan yang akan diterima sebanyak lima orang. Untuk tenaga ahli, ada 15 peserta yang ikut, dua batal dan akan memperebutkan dua kuota yang akan lukiskan."

Loading...
Loading...