17 February 2017 19:10 WITA

Santunan Korban Meninggal Lakalantas Naik Jadi Rp50 Juta, Luka-Luka Rp20 Juta

Editor: Mulyadi Abdillah
Santunan Korban Meninggal Lakalantas Naik Jadi Rp50 Juta, Luka-Luka Rp20 Juta
ILUSTRASI: FADLY

RAKYATKU.COM - Pemerintah menaikkan nilai santunan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan.

Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan  Menteri Keuangan (PMK) Nomor 16/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 13 Februari 2017. 

Dalam PMK itu disebutkan, korban kecelakaan alat angkutan lalu lintas jalan atau ahli warisnya berhak  atas santunan. 

Ahli waris dari korban yang meninggal dunia berhak atas santunan sebesar Rp50 juta. Sebelumnya sebesar Rp25 juta.

Korban yang mengalami cacat tetap berhak atas santunan yang besarnya dihitung berdasarkan angka persentase sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 10 ayat (3) PP Nomor 18 Tahun 1965.

Korban yang memerlukan perawatan dan pengobatan berhak atas santunan berupa penggantian biaya perawatan dan pengobatan dokter paling banyak Rp20 juta, biaya ambulans atau kendaraan yang membawa korban ke fasilitas kesehatan paling banyak Rp500 ribu, dan/atau biaya pertolongan pertama pada kecelakaan paling banyak Rp1 juta. 

Dalam ketentuan sebelumnya hanya disebutkan penggantian biaya perawatan dan pengobatan dokter paling banyak Rp10 juta.

“Dalam hal korban meninggal dunia akibat kecelakaan alat angkutan lalu lintas jalan tidak mempunyai ahli waris, kepada pihak yang menyelenggarakan penguburan diberikan penggantian biaya penguburan sebesar Rp4 juta,” bunyi Pasal 4 PMK ini. Sebelumnya biaya untuk hal ini adalah Rp2 juta.

“Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juni 2017,” bunyi Pasal 10 Nomor: 16/PMK.010/2017 yang telah diundangkan oleh Dirjen Hukum dan Perudang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana pada 13 Februari 2017 itu.