17 February 2017 15:22 WITA

Pilkada Takalar 2017

Koalisi Besar Tumbang, Golkar Siapkan Evaluasi

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Koalisi Besar Tumbang, Golkar Siapkan Evaluasi

RAKYATKU. COM, MAKASSAR - Hasil real count yang dikutip dari situs KPU RI menyebutkan, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Takalar, Syamsari Kitta-Achmad Dg Se're (SK-HD) unggul tipis atas duet calon petahana Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng). 

Pasangan SK-HD mendulang 88.113 suara atau 50.58%, sedangkan Bur-Nojeng meraih 86.090 suara atau 49.42%. Selisih suara kedua pasangan cuma terpaut 2.023 suara.

SK-HD yang diusung 2 parpol dan 1 partai pendukung, berhasil menumbangkan duet Bur-Nojeng yang diusung 9 partai politik. 

Partai Golkar selaku partai pengusung utama menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap hasil Pilkada Takalar. Bur-Nojeng sendiri, merupakan kader tulen partai beringin. 

"Pasti ada evaluasi, menang saja harus dievaluasi, apa lagi kalah. Itu pasti ada hikmahnya, ada pelajaran kenapa bisa begitu hasilnya. Kenapa survei yang sebelumnya tinggi, tiba-tiba jeblok. Berarti ada sesuatu yang menyebabkan," kata Roem saat ditemui di gedung DPRD Sulsel, Jumat (17/2/2017).

Kendati demikian, Roem belum berani berspekulasi terkait kemungkinan penyebab kalahnya Bur-Nojeng versi real count KPU. Namun dalam Pilkada Takalar ini menurut dia, Partai Golkar khususnya sudah bekerja maksimal dalam memenangkan pasangan yang dikenal dengan tagline Naciniki Mata ini. 

"Kita belum ada analisa ke arah situ apa penyebabnya. Cuma-kan berkompetisi itu selalu berusaha dengan berbagai macam cara. Jadi begitulah yang terjadi. Semua juga kontestan mau menang, tapi ada yang kalah," tambahnya. 

Ia juga enggan disebut jika kekalahan partainya di Takalar, adalah bentuk keterpurukan Partai Golkar. Ada banyak indikator yang harus menjadi acuan kata Roem, untuk menyimpulkan Partai Golkar sukses atau terpuruk di Pilkada 2017.

"Jangan cuma Pilkada Takalar yang dijadikan patokan. Ini kan (Pilkada 2017) seluruh Indonesia, Takalar cuma salah satu. Itu juga Pilkada beda dengan Pileg. Pilkada itu figur, apa lagi incumbent selalu ada yang dinilai dari masyarakat pemilih," jelas Roem. 

Namun ia meminta, semua pihak untuk tetap bersabar menunggu hasil resmi dari rapat pleno KPU Kabupaten Takalar.