Jumat, 10 Februari 2017 19:14 WITA

Keluarga Terduga Penghina Arung Palakka Minta Maaf

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Istri dan putra Daeng Liwa. (foto dan video: Ibnu Kasir)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Keluarga Daeng Liwa menyampaikan permintaan maafnya. Daeng Liwa adalah pria yang diamankan polisi karena diduga menyebarkan isu SARA dengan menghina Raja Bone ke-15 Arung Palakka. 

Pelaku yang merupakan karyawan swasta itu, ditangkap pada Selasa 7 Februari 2017 lalu di Kantor Kelurahan Rappocini Makassar. Dia tangkap setelah tiga hari membuat postingan di komentar yang dianggap menghina mantan Raja Bone itu.

Diwakili istri dan anaknya, Daeng Liwa menyatakan penyesalan dan permohonan maafnya. "Saya mewakili Daeng Liwa meminta kepada seluruh warga Bone. Suaminya tidak ada maksud apa-apa, apalagi mau jadi provokator, itu betul-betul khilaf," kata Haje Dana, istri Daeng Liwa yang ditemani putranya, Jumat (10/2/2017).

Ia mengakui, pada Kamis 9 Februari kemarin, Daeng Liwa bersama perwakilan masyarakat Bone sudah berdamai dan saling memaafkan. Islah itu bahkan dilakukan di hadapan Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono. Untuk itu, ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

"Kemarin sudah sepakat damai, dan dia sudah minta maaf dan mengakui salah. Kami tidak mau lagi memperpanjang masalah, kalaupun masih ada yang dicari kami serahkan ke penyidik saja. Sekali lagi kami minta keluarga minta maaf," jelasnya.

Keluarga Terduga Penghina Arung Palakka Minta Maaf

Haje Dana menjelaskan, sesaat sebelum membuat postingan, ia sempat memperingatkan Daeng Liwa. "Saya sempat bilang, jangan mi dibalas. Tapi mungkin sudah terlanjur dia tulis. Jadi begini mi sekarang. Bapak berpikir tidak apa-apa ji karena di dalam grup. Tapi ternyata tersebar. Suami saya juga sudah menyesali dan berjanji tidak mengulangi," tambah Haje Dana.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondany mengatakan, Daeng Liwa diketahui  memposting komentar yang seolah menyudutkan tokoh Arung Palakka melalui akun facebooknya, Karaengta Karaeng.

Pelaku berdalih, dirinya memposting komentar tersebut sebagai balasan untuk komentar member grup facebook yang terlebih dahulu menyudutkan tokoh pahlawan idolanya.

"Jadi motifnya itu, pelaku membuat postingan untuk membalas perdebatan dan komentar di grup 'sejarah Gowa Tallo'. Pengakuannya tidak ada niat untuk memprovokasi serta menyebarkan isu SARA," kata Dicky Sondany di Mapolda Sulsel, Jumat (10/2/2016).

Daeng Liwa diamankan anggota Unit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Sulsel.