Jumat, 10 Februari 2017 13:44 WITA

Penghina Arung Palakka Dibekuk Tim Cyber Crime Polda

Editor: Jumardin Akas
Penghina Arung Palakka Dibekuk Tim Cyber Crime Polda
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Daeng Liwa (52) warga Jalan Rappocini Raya, yang menyebarkan isu SARA dengan menghina Raja Bone ke-15 Arung Palakka akhirnya diringkus anggota Unit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Sulsel.

Pelaku yang merupakan karyawan swasta itu, ditangkap pada Selasa 7 Februari 2017 lalu di kantor Kelurahan Rappocini Makassar. Dia tangkap setelah tiga hari membuat postingan di komentar yang menghina mantan Raja Bone itu.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondany mengatakan, Daeng Liwa diketahui  memposting komentar yang seolah menyudutkan tokoh Arung Palakka melalui akun facebooknya, Karaengta Karaeng.

Pelaku berdalih, dirinya memposting komentar tersebut sebagai balasan untuk komentar member grup facebook yang terlebih dahulu menyudutkan tokoh pahlawan idolanya.

"Jadi motifnya itu, pelaku membuat postingan untuk membalas perdebatan dan komentar di grup 'sejarah Gowa Tallo'. Pengakuannya tidak ada niat untuk memprovokasi serta menyebarkan isu SARA," kata Dicky Sondany di Mapolda Sulsel, Jumat (10/2/2016).

Sebelumnya: Polisi Didesak Usut Pemilik Akun Penghina Arung Palakka

Penghina Arung Palakka Dibekuk Tim Cyber Crime Polda???????

Meski demikian, pelaku tetap ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran sudah menyebarkan informasi yang menimbulkan keresahan. Akibatnya, Daeng Liwa diancam dengan hukuman 6 tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar.

"Pelaku kita kenakan pasal 28 ayat 2 tentang informasi dan transaksi elektronik. Dalam pasal itu menyebutkan, apabila dengan sengaja menyebarkan informasi menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan bedasarkan Suku, agama, ras dan antargolongan (SARA)," jelasnya.

Menurut Dikcy, mulanya pada 4 Februari 2017 lalu, pelaku membuka grup facebook 'Sejarah Gowa Tallo' dan mendapati beberapa komentar yang sedang berdebat tentang sejarah 'Sultan Hasanuddin dan Arung Palakka. 

"Pengakuannya, yang bersangkutan tidak terima dengan komentar yang seolah-olah menyudutkan nama Sultan Hasanuddin, pelaku merasa marah kemudian membalas komentar-komentar tersebut, dengan menyudutkan Arung Palakka," tambah Dicky.