Rabu, 08 Februari 2017 22:32 WITA

Seorang Penumpang Garuda Rute Makassar-Jakarta Meninggal

Editor: Jumardin Akas
Seorang Penumpang Garuda Rute Makassar-Jakarta Meninggal
Garuda Indonesia

RAKYATKU.COM - Seorang penumpang Pesawat Garuda Indonesia Jurusan Makassar-Jakarta dengan nomor penerbangan GA 611 dilaporkan meninggal dunia di pesawat, pada Rabu (8/2/2017).

Meninggalnya penumpang tersebut dibenarkan oleh Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S Butarbutar dalam keterangan tertulisnya.

Benny mengatakan, penerbangan tersebut berangkat dari Makassar ke Jakarta pukul 06.20 WITA dan mendarat di Jakarta pada pukul 07.45 WIB. Mendekati tujuan diketahui seorang penumpang pingsan, kemudian awak pesawat memberikan pertolongan pertama kepada penumpang tersebut yang bernama Djafar Afghani berusia 41 tahun, duduk di kursi kelas ekonomi nomor 22K. 

"Sekitar 20 menit sebelum mendarat, penumpang mengalami pingsan, dan pilot mengumumkan kepada seluruh penumpang di penerbangan GA 611 jika terdapat penumpang yang berprofesi sebagai dokter," katanya.

Setelah pengumuman tersebut, kemudian salah seorang penumpang yang duduk di kursi 08A yang duduk di kelas bisnis yang berprofesi dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi penumpang tersebut. 

Setelah melakukan pemeriksaan, dirasa perlu adanya penanganan lebih lanjut. Sehingga, awak pesawat kemudian segera berkoordinasi dengan tim ground handling Bandara Soekarno-Hatta CGK untuk  pengadaan ambulance dan menyiapkannya  di sisi parkir pesawat untuk membawa penumpang ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta.

loading...

"Segera setelah pesawat mendarat, penumpang dibawa ke ambulance dengan menggunakan fasilitas ambulift, dengan didampingi salah seorang rekan penumpang yang berada di penerbangan yang sama, dan pendampingan dari tim ground handling Garuda dan Bandara Soetta," tulisnya.

Dengan ambulance, penumpang langsung menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta.

Setibanya di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta, penumpang segera mendapatkan pemeriksaan. "Tidak lama kemudian dokter yang melakukan pemeriksaan menyatakan yang bebrsangkutan meninggal dengan diagnosa serangan jantung," katanya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Garuda Indonesia telah melakukan prosedur penanganan penumpang yang sakit sesuai dengan prosedur yang ada. 

"Garuda Indonesia selalu mengedepankan keselamatan penumpang selama melaksanakan penerbangan, khususnya jika diketemukan penumpang yang mengalami penyakit serius selama penerbangan. Pada kejadian di GA 611, Garuda Indonesia melakukan tindakan responsif berupa tatalaksanakan pertolongan pertama kepada penumpang hingga mekanisme persiapan medical assistance ketika pesawat mendarat," tutupnya.

Loading...
Loading...