Kamis, 02 Februari 2017 10:20 WITA

Polda Sulsel Harus Serius Tangani Kasus Mobil Bodong

Penulis: Syukur
Editor: Almaliki
Polda Sulsel Harus Serius Tangani Kasus Mobil Bodong
Kapolda Sulsel, Muktiono

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Polda Sulsel dituding bermain-main dalam menuntaskan kasus penjualan mobil bodong yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian jajaran Polda Sulselbar.

Tudingan tersebut muncul lantaran hingga saat ini, belum ada oknum yang didetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik Polda sepertinya tidak serius menangani kasus tersebut. Padahal untuk menemukan siapa pelakunya, tidak susah, karena barang bukti disita,” ungkap pengamat Hukum Zulkifli Hasanuddin, Kamis (2/12/2017).
 
Zulkifli juga menyebut, sikap ogah-ogahan yang ditunjukkan pihak polda dalam menyelesaikan kasus tersebut, bisa saja karena pelaku yang disinyalir terseret adalah oknum dalam tubuh polda.

Padahal menurut Zulkifli, polda semestinya bekerja secara profesional dalam menyelesaikan permasalahan hukum.
  
“Jangan sampai publik menilai karena diduga ada oknum kepolisian yang terlibat, sehingga penyidik tidak serius dan mengulur-ulur penetapan tersangka,” tambahnya.
 
Zulkifli juga menyebut, Kapolda Sulsel sebagai orang nomor satu di jajaran Polda Sulsel, harus bersikap atas kasus tersebut. Sebagai tanggung jawab, tindakan itu disebut perlu.
 
“Kapolda harus mengevaluasi proses penyidikan kasus tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab selaku pimpinan. Jangan sampai ada faktor kesengajaan, sehingga kasus ini lama menemukan tersangkanya,” tambahnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Riset Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Wiwin Suwandi.

loading...

“Melindungi oknum internal yang terlibat kejahatan adalah kejahatan itu sendiri. Kalau polda mendiamkan kasus ini, apalagi melindungi oknum yang terlibat, sama saja polda merusak nama institusi Polri,” ungkap Wiwin.
 
Semestinya kasus tersebut dapat diselesaikan sesegera mungkin, kata Wiwin. Alasannya, tindakan tersebut untuk menepis stigma masyarakat ihwal penegakan hukum yang tak serius di Polda Sulsel.
 
Sebelumnya Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut menyebut kasus itu tetap masih diproses. “Masih terus diproses, belum ada tersangka,” ungkap Dicky.
 
“Pelaku harus diproses sesuai aturan hukum. Polda harus tunjukan bahwa mereka tidak tebang pilih, proses setiap tindak kejahatan sekalipun melibatkan anggotanya,” tambahnya.

Terkait kasus mobil bodong tersebut, sebelumnya Paminal Bid Propam Polda Sulsel menangkap sindikat penjualan mobil bodong yang berasal dari Jawa dengan 17 roda empat.

Empat oknum polisi yang diduga ikut bermain di antaranya AKP Hariadi Tukiar yang merupakan Kapolsek Burau Polres Lutim, Aiptu Fajar Maulana dari Palopo, Bripka Iwan Kakla yang merupakan anggota Lantas Palopo, Brigpol Sudarmaji anggota Lantas Palopo, dan AKP Hariadi Tukiar.

Loading...
Loading...