Kamis, 02 Februari 2017 03:31 WITA

Fitur Mobile Screening Diluncurkan di Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

Penulis: Azwar Basir
Editor: Jumardin Akas
Fitur Mobile Screening Diluncurkan di Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile
BPJS

RAKYAYKU.COM, MAKASSAR - BPJS Kesehatan kembali meluncurkan Fitur Mobile Screening Di Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile untuk mempermudah masyarakat mengetahui lebih awal penyakit yang dideritanya. 

Sebab, sebagian masyarakat kadang mengabaikan penyakit Diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner serta beberapa penyakit kronis. 

Kepala Cabang BPJS Kesehatan KCU Makassar Unting Patri Wicaksono Pribadi mengatakan, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan meluncurkan layanan mobile skrining. 

“Skrining Riwayat Kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan," ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan KCU Makassar Unting Patri Wicaksono Pribadi. Rabu (1/2/2017). 

Unting melanjutkan, saat ini, masyarakat bisa melihat potensi risiko kesehatannya. Cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses di handphone.

Ia menuturkan, peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. 

loading...

"Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula," jelasnya. 

Katanya, jika peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. 

Namun, apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.

"Apabila sebuah FKTP ditemukan banyak peserta dengan risiko mengidap diabetes melitus yang tergolong dalam kategori sedang atau tinggi, maka FKTP tersebut dapat melaksanakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub risiko tinggi (risti) kepada sejumlah peserta JKN-KIS yang bersangkutan," tutupnya. 

Loading...
Loading...