Senin, 30 Januari 2017 16:08 WITA

Bahas Pajak, Komisi III DPRD Lutra Kunjungi Bapenda Sulsel

Penulis: Al Khoriah Etiek Nugraha
Editor: Almaliki
Bahas Pajak, Komisi III DPRD Lutra Kunjungi Bapenda Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Komisi III DPRD Luwu Utara berkunjung ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, Senin (30/1/2017). Mereka membahas perihal dana bagi hasil kendaraan bermotor tahun 2017.

Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan Bapenda Sulsel, Darmayani mengaku bersyukur, karena DPRD Luwu Utara turut mendukung kelancaran pengumpulan pajak di Luwu Utara. 

"Kita akan terus menjalin komunikasi insentif dengan DPRD Luwu Utara untuk pengumpulan pajak kendaraan di Luwu Utara," kata Darma.

Di sana, terungkap juga, bahwa tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Luwu Utara dari tahun 2011-2016 mencapai Rp27 miliar lebih.

Bahas Pajak, Komisi III DPRD Lutra Kunjungi Bapenda Sulsel

loading...

Sementara Ketua Komisi III DPRD Luwu Utara, Karemuddin berjanji akan mencarikan jalan keluar agar tunggakan PKB tersebut dapat tertagih. Alasannya, Luwu Utara juga mendapatkan bagi hasil dari pembayaran pajak tersebut. 

"Tahun lalu kami melakukan rapat dengan eksekutif di DPRD Luwu Utara. Rapat tersebut sempat tertunda, karena ternyata banyak kendaraan dinas yang menunggak pajak. Pajak baru kami lanjutkan setelah bupati memerintahkan agar segera membayar pajak yang tertunggak," jelas Karemuddin.

Diketahui, Pemkab Luwu Utara memperoleh dana bagi hasil yang tidak sedikit dari Bapenda Provinsi Sulsel. Pada tahun 2016, dana bagi hasil yang diperoleh Luwu Utara sebesar Rp33,8 miliar. Jumlah ini cukup besar bila dibandingkan dengan PAD nyata dari Luwu Utara yang sekira Rp30 miliar.

Adapun rician Dana Bagi Hasil Pajak Daerah Bapenda Sulsel tahun 2016 untuk Kabupaten Luwu Utara, yakni Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB KB) sebesar  Rp10,7 miliar. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Rp7,4 miliar. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) Rp8 miliar. Pajak Air Permukaan (AP) Rp69,3 juta. Pajak Rokok Rp7,4 miliar. Total Rp33,8 miliar.

Loading...
Loading...