Jumat, 20 Januari 2017 17:28 WITA

Heboh Mustamin Londa Jadi Raja di Tana Toraja

Editor: Mulyadi Abdillah
Heboh Mustamin Londa Jadi Raja di Tana Toraja
Mustamin Londa Puang Papai Langi'

RAKYATKU.COM, TORAJA - Nama Mustamin Londa Puang Papai Langi' membuat heboh masyarakat Toraja tiga hari terakhir ini. 

Kehebohan ini atas sebuah undangan yang beredar. Dalam undangan itu, Mustamin Londa Puang Papai Langi' akan dikukuhkan sebagai (Puang) Raja Tana Toraja To Matasak ke-XIX Ri Puang Papailangi. Kerajaannya, Tongkonan Sassa'.

Dalam undangan beredar, pengukuhan Mustamin Londa Puang Papai Langi' dijadwalkan 1 Februari 2017 mendatang di Ballroom Hotel Sahid Tana Toraja.

Undangan ini justru menyulut kemarahan masyarakat adat Toraja pada umumnya, serta masyarakat adat Tongkonan Sassa' secara khusus. 

"Dia itu siapa? Berani-berani sebut dirinya Raja. Ini pelecehan adat Budaya Toraja," geram salah seorang anak Tongkonan Sassa', Morning Taruktiku.

Update: Peradilan Adat Menanti Mustamin Lando

Dia menjelaskan, di Tongkonan Sassa' sudah ada pemangku Adat yang disebut Parengnge'. Dan untuk mengganti itu harus ada musyawarah di dalam Tongkonan.

"Itu klaim sepihak. Kami menolak dengan tegas dan akan menggagalkan kegiatan itu," tegasnya.

Heboh Mustamin Londa Jadi Raja di Tana Toraja

Kemarahan yang sama juga  diungkapkan salah satu pemangku Komunitas Masyarakat-Adat Sang Gasingan Padang di Ma'dikai ditingga' Bussa' Sang Bussaran-Rame Sang Ramean Nicholas Pai'pinan. 

"Tongkonan merupakan simpul pemersatu bagi suatu komunitas keluarga yang dikenal 'Tosang rapu tallang-sang kaponan ao'. Acara itu telah menyimpang dan melanggar Adat. Sebab, pengangkatan atau pengukuhan sesorang selaku pemangku adat harus melalui 'Kombongan' atau musyawarah berdasarkan jenjang atau tingkatan terkait jabatan adat yg diamanatkan kepada seseorang," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, panitia pelaksana hajatan itu, Andy Rustam membantah jika acara yang digelar itu adalah pengukuhan raja.

"Tidak ada pelantikan dan pengukuhan Raja Tana Toraja. Itu hanya kesalahan redaksi saja," bantah Andy Rustam yang juga disebut sebagai Perdana Menteri Kerajaan Sassa' kepada Rakyatku.com, Jumat (20/1/2017).

Dikatakan, apa yang tertera di dalam undangan tersebut tidak seperti yang panitia keluarkan. Menurutnya, ada kekeliuran pemahaman dalam undangan tersebut.

"Atas nama panitia, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Tana Toraja. Jadi saya klarifikasi hajatan itu, bukan pengukuhan raja, tetapi pengukuhan Dewan Adat Nasional di kabupaten Tana Toraja," jelasnya.

Dia menambahkan, terkait dirinya yang juga disebut sebagai Perdana Menteri Kerajaan Sassa', dia mengatakan itu hanya bahasa undangan saja. Dia menyatakan terima kasih kepada beberapa tokoh adat Toraja yang mau menegur dan berdiskusi dengan dirinya sekaitan masalah tersebut.

"Saya bukan perdana menteri. Kami (panitia) tidak punya hak dan kewenangan mengangkat Raja di Toraja," pungkasnya.

Tags