Senin, 16 Januari 2017 16:30 WITA

Bersihkan Polri dari Oknum yang Merusak!

Penulis: Syukur
Editor: Almaliki
Bersihkan Polri dari Oknum yang Merusak!
Ilustrasi polisi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Adanya oknum polisi yang diduga ikut terlibat dalam kasus penjualan mobil bodong kembali mencoreng muka kepolisian.

Atas hal tersebut, Kapolda Sulsel ditantang untuk memperlihatkan keseriusannya sebagai aparat penegak hukum yang tidak pandang bulu, termasuk dalam 'keluarga' sendiri.

"Kapolda harus menindak dan menjatuhkan sanksi berat terhadap pelaku dari oknum kepolisian baik sanksi kode etik maupun pidana," ungkap pengamat hukum, Zulkifli Hasanuddin, Senin (16/1/2017).

Zulkifli menyebut, polisi semestinya menjadi teladan bagi masyarakat. "Seharusnya polisi yang menyetop aksi mobil bodong. Tetapi oknumnya yang terlibat. Kapolda harus tegas," tambahnya.

"Kalau Kapolda tidak serius, dipastikan peristiwa ini akan terulang dan masyarakat akan menjadi korban terus," ungkapnya lagi.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Aswandi Andi Mas. Ia menyebut kasus tersebut telah melanggar kode etik kepolisian.

"Polda harus bertindak tegas karena selain merupakan tindak pidana penggelapan, juga merupakan pelanggaran kode etik kepolisian. Ini merusak citra institusi kepolisian," ungkap Aswandi.

loading...

Aswandi juga menyebut, kasus tersebut bukan bukanlah penggelapan biasa karena diduga dilakukan berulang kali.

Olehnya itu, Aswandi menyebut Kapolda harus membersihkan oknum-oknum anggota polisi yang merusak citra dan nama baik kepolisian seperti kasus mobil bodong tersebut.

"Kapolda harus membersihkan institusi Polri dari oknum-oknum yang merusak citra institusi Polri di mata publik. Apalagi, diduga kasus ini tidak dilakukan oleh satu oknum melainkan bersindikat," ungkapnya.

Adapun Propam Polda Sulsel jadi irit bicara saat dikonfirmasi ihwal sanksi terhadap empat oknum anggota polisi yang diduga kuat ikut terlibat menjaja mobil tak bersurat alias bodong.

Kabid Propam Polda Sulsel AKBP Tri Admojo yang dikonfirmasi menjelaskan kalau soal sanksi, ia tak bisa menyimpulkan. "Kalau terkait sanksinya saya tidak punya kapasitas untuk menyampaikannya," ungkap Admojo, Senin (16/1/2017).

Sebelumnya Paminal Bid Propam Polda Sulsel menangkap sindikat penjualan mobil bodong yang berasal dari Jawa dengan 17 roda empat. Terkait mobil bodong tersebut, ada empat oknum polisi yang diduga ikut bernain, di antaranya AKP Hariadi Tukiar yang merupakan Kapolsek Burau Polres Lutim, Aiptu Fajar Maulana dari Palopo, Bripka Iwan Kakla yang meruoakan anggota Lantas Palopo, Brigpol Sudarmaji anggota Lantas Palopo.

Loading...
Loading...