14 January 2017 16:07 WITA

Mengenang Masa Pacaran Firman dan Fadliah

Berawal dari Pesan Pendek, Berakhir di Pelaminan

Editor: Mulyadi Abdillah
Berawal dari Pesan Pendek, Berakhir di Pelaminan
Firman Pagarra dan istri tercinta. (Foto: IST)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jodoh adalah satu dari tiga kehendak Sang Ilahi. Dan yakinlah, Tuhan selalu punya cara mempertemukan siapa jodoh kita.

Seperti yang dialami Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar, Firman Pagarra. Berawal dari sebuah pesan pendek (SMS) dan berakhir ke pelaminan. 

Sudah 12 tahun lamanya Firman menjalani bahtera rumah tangga bersama istri tercinta, Fadliah. Dikaruniai tiga buah hati, hingga kini mereka tak ubahnya bak sepasang muda-mudi yang dilanda kasmaran. 

Bonk, adalah sapaan Firman kepada istri tercinta. Pasangan ini memiliki kegemaran yang sama, jalan-jalan atau sekedar nongkrong di kafe.

"Kalau kami sukanya nongkrong di kafe, sambil mengenang masa-masa pacaran," ujar Firman, diselingi tawa, Sabtu (14/1/2017).

Firman dan Fadliah, sama-sama jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatingor. Di sinilah Tuhan mempertemukan mereka. 

Awal mulanya begini. Keduanya sudah saling kenal hingga tukaran nomor telepon seluler (ponsel). Hubungan awalnya bak teman sekelas.

Pada suatu waktu, ponsel Firman berdering. Ada sebuah pesan pendek yang masuk dari nomor Fadliah. Soal apa isi pesannya, itu menjadi rahasia bagi Firman dan Fadliah. 

Firman lalu mengklarifikasi pesan tersebut ke Fadliah. "Pas saya tanya, ternyata bukan dia yang kirim pesan. Tapi temannya," kenang Firman.

Berawal dari pesan pendek tersebut, komunikasi keduanya terus berlanjut. Mulai sekedar menanyakan tugas ataupun perihal aktifitas kampus lainnya.

Benih-benih cinta pun bersemi. Merekapun akhirnya sepakat menjalin hubungan hingga berakhir ke  pelaminan. Keduanya dikaruniai dua putra dan seorang putri.

Menjalani kehidupan rumah tangga,  diakui Firman pasti tidak akan luput dari masalah. Meski demikian permasalahan tersebut tidak pernah menjadi kendala besar bagi keduanya.

Komunikasi yang baik, sikap saling pengertian, dan rasa cinta yang teramat besar pada pasangan menjadi kekuatan utamanya dalam mengaruhi bahtera rumah tangga bersama sang istri.