14 January 2017 15:42 WITA

Abu Sayyaf Bebaskan Sandera Korea Selatan dan Filipina

Editor: Suriawati
Abu Sayyaf Bebaskan Sandera Korea Selatan dan Filipina
Park Chung Hung (kanan) dan Glenn Alindajao (kiri) selama konferensi pers

RAKYATKU.COM - Seorang kapten Korea Selatan dan awak Filipina yang diculik oleh militan Abu Sayyaf tiga bulan lalu telah dibebaskan hari ini, Sabtu (14/01).

Park Chung Hung (38) dan Glenn Alindajao (31) diculik di perairan Filipina pada bulan Oktober 2016 dari kapal kargo Korea Selatan.

"Kami hampir putus asa tapi saya bersyukur kami bisa pulang dengan selamat dengan bantuan Dureza dan presiden untuk membantu kami," kata Alindajao dalam sebuah konferensi pers.

Jesus Dureza, seorang pembantu senior Presiden Rodrigo Duterte, mengambil mereka di Sulu, kepulauan terpencil yang dikenal sebagai tempat persembunyian militan, dan membawa mereka ke Davao, sebuah kota sekitar 600 km dari Sulu. Dureza mengatakan bahwa keduanya akan diterbangkan ke ibukota Manila dan menjalani pembekalan.

Dia menambahkan bahwa kelompok pemberontak Muslim Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) membantu dalam memfasilitasi upaya pembebasan.

Dureza juga menegaskan tidak ada kebijakan tebusan, meski Abu Sayyaf dikenal tidak pernah membebaskan sandera secara gratis kecuali tebusan telah dibayar.

Park Chung HungAbu Sayyaf adalah jaringan militan yang dibentuk pada tahun 1990-an dengan dana dari jaringan Al-Qaeda Osama bin Laden, dan telah menerima jutaan dolar dari tebusan penculikan.

Kelompok itu telah menculik banyak pelaut di perairan perbatasan antara Malaysia, Indonesia dan Filipina tahun lalu. Lonjakan penculikan memicu peringatan dari Indonesia bahwa wilayah tersebut bisa menjadi "Somalia berikutnya."