12 January 2017 10:43 WITA

Tigerair Salahkan Indonesia atas "Kekacauan" di Bali

Editor: Suriawati
Tigerair Salahkan Indonesia atas

RAKYATKU.COM - Tiger Airways Australia pada hari Kamis (12/01) menuduh Indonesia gagal menghormati kesepakatan penerbangan menuju Bali, sehari setelah ratusan penumpang maskapai murah ini terdampar di tempat liburan.

Maskapai penerbangan yang sepenuhnya dimiliki oleh Virgin Australia Holdings ini mengatakan, otoritas Indonesia telah menyetujui operasi penerbangan antara Australia dan Bali sampai 25 Maret, namun prosedur baru telah mengakibatkan kebingungan.

"Jika pemerintah Indonesia tidak ingin menghormati perjanjian saat ini, kami meminta mereka untuk memberi kami tenggat waktu sehingga kami dapat terus terbang, sementara kami menyesuaikan persyaratan baru bersama-sama," kata Chief Executive Tiger Airways, Rob Sharp dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

"Ini akan membantu kami untuk mendukung pelanggan kami yang memberikan kontribusi penting untuk pariwisata di Indonesia."

Rob Sharp

Tiger Airways tidak memberikan rincian tentang persyaratan administratif baru yang dimaksud. Tapi, Reuters mengutip sumber anonim dari Australia mengatakan, awal pekan ini Indonesia mengubah lembaga yang mengawasi operasi Tiger Airways.

Sementara itu, juru bicara Ditjen Perhubungan Udara, Agoes Soebagio mengatakan bahwa Tiger Airways, "tidak memenuhi aturan penerbangan charter. Mereka seharusnya tidak menjual tiket di wilayah Indonesia."

Tiger Airways mengatakan telah membatalkan semua penerbangan ke Bali pada hari Kamis dan satu layanan pagi pada hari Jumat. Dikatakan lima penerbangan yang tersisa ke dan dari Bali pada Jumat masih sedang di-review.

Tiger Airways menambahkan Virgin Australia akan mengoperasikan dua penerbangan dari Bali pada hari Kamis untuk membawa kembali banyak penumpang yang terdampar.

Bali, yang dikenal karena pantai, pegunungan dan sawah, adalah tujuan wisata populer bagi warga Australia.

Penerbangan Tiger Airways dari Melbourne, Adelaide dan Perth ke Bali dimulai Maret lalu. Pesawat ini diterbangkan di bawah lisensi dan menggunakan pilot Virgin Australia, sampai Indonesia memberikan persetujuan pada Tiger Airways untuk mengoperasikannya sendiri