11 January 2017 19:01 WITA

Pilgub Sulsel 2018

Golkar se-Sulsel Bulat Dukung Nurdin Halid

Editor: Mulyadi Abdillah
Golkar se-Sulsel Bulat Dukung Nurdin Halid
Sekjen DPP Golkar Idrus Marham saat bersama pengurus Golkar se-Sulsel, Rabu (11/1/2017).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - DPP Partai Golkar merespon dukungan sejumlah DPD II Partai Golkar yang menginginkan agar Nurdin Halid bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018. Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham diutus untuk memastikan dukungan itu.

Seluruh pimpinan dari 24 DPD II Partai Golkar Sulsel, dikumpulkan Idrus dalam rapat konsolidasi yang digelar di Sekretariat DPD Partai Golkar Sulsel, Jalan Bottolempangan Makassar, Rabu (11/1/2017).

Idrus Marham mengatakan, hasil rapat konsolidasi yang berlangsung selama tiga jam itu, seluruh DPD II kompak mendorong Nurdin Halid untuk maju dalam kontestasi politik lima tahunan mendatang.

"Kita (DPP Golkar) mengecek, karena di media betapa aspirasi dan dukungan terhadap saudara Nurdin Halid sebagai calon Gubernur (Sulsel). Dan karena itu, saya mengonfirmasi kepada mereka sebagaimana besar dukungan yang mereka sampaikan. Dan itu sudah dijelaskan semua tadi," ungkap Idrus.

Hasil temuannya juga lanjut Idrus, dukungan itu mereka sampaikan baik dalam bentuk tertulis, maupun secara lisan. Dan hasilnya sama, mereka berkomitmen untuk mulai bergerak menyosialisasikan Nurdin Halid di Sulsel.

"Saya konfirmasi itu, apakah ini konfirmasi hanya main-main atau sungguh-sungguh. Jawabannya (pimpinan DPD II Golkar) ternyata sungguh-sungguh. Saya bilang, kalau Anda sungguh-sungguh, berarti Anda kerja ke rakyat," tambahnya.

Bahkan kata dia, dalam pertemuan itu para pimpinan DPD II Golkar juga meminta kepastian DPP Golkar untuk Nurdin Halid. Hanya saja Idrus menjawab, DPP Golkar belum membahas hal itu, dikarenakan saat ini pihaknya masih fokus dengan Pilkada serentak 2017.

"Justru saya katakan, itu tergantung dari kita semua, dan mereka semua sudah menyampaikan aspirasi itu. Dan mereka siap bekerja untuk mengomunikasikan kepada rakyat dengan berbagai cara, sesuai dengan mekanisme yang ada di Partai Golkar," ujarnya.

"Tapi pada prinsipnya, apabila dukungan dari keluarga besar Partai Golkar kemudian diperkuat oleh masyarakat Sulsel, maka tentu DPP tidak bisa (menolak). Kita harus mengikuti aspirasi yang berkembang sesuai dengan motto Golkar, suara Golkar suara rakyat," lanjut Idrus menambahkan.

Hasil rapat konsolidasi itu, Idrus berkesimpulan jika Nurdin Halid hampir pasti diusung Partai Golkar. Tak ada alasan bagi Nurdin, untuk menolak aspirasi dari seluruh DPD II Partai Golkar se-Sulsel.

Nurdin Halid disebut Idrus sebagai kader militan. Sehingga ia pun meyakini, Nurdin bakal mengamini. Jika tidak, Nurdin akan mengkhianati aspirasi kader Partai Golkar dan masyarakat Sulsel.

"Pak Nurdin sebagai kader militan Partai Golkar, terlalu sombong kalau menolak, tidak bisa menolak. Sebagai kader yang militan yang penuh tanggung jawab, tidak bisa menolak apabila dukungan kuat baik dari keluarga besar Partai Golkar maupun aspirasi masyarakat Sulsel".

"Saya katakan, kalau Pak Nurdin tidak mau (maju di Pilgub Sulsel), maka Pak Nurdin pengkhianat. Karena kalau didukung lalu tidak mau, berarti dia pengkhianat, karena dia mengkhianati aspirasi rakyat. Dia mengkhianati partai, karena partai ini suara Golkar suara rakyat," tutup Idrus.