11 January 2017 18:29 WITA

Bupati Jeneponto Bersaksi di Kasus Dugaan Korupsi Dana Aspirasi  

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Bupati Jeneponto Bersaksi di Kasus Dugaan Korupsi Dana Aspirasi  
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, bersaksi di Pengadilan Tipikor Makassar, Rabu (11/1/2017). Iksan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi Dana Aspirasi Jeneponto tahun 2013. (Foto: Muh Fadel)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, memenuhi panggilan Pengadilan Tipikor Makassar untuk menjadi saksi, Rabu (11/1/2017). Iksan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi Dana Aspirasi Jeneponto tahun 2013.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai M Damis, Iksan membenarkan bahwa pada saat pembahasan APBD 2013 sempat terjadi tarik menarik. Karena ada harapan sejumlah anggota DPRD Jeneponto yang belum dipenuhi.

"Ada permintaan anggota DPRD yang tidak diakomodir. Bentuknya kami tidak mengerti. Masih ada yang tidak sesuai antara kenginan DPRD," ungkap Iksan dalam sidang.

Saat tengah terjadi tarik menarik tersebut, Kepala Dinas PPAD, Mangga, melaporkan hal tersebut kepada Iksan yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris daerah. "Saya kemudian menyarankan Pak Mangga untuk ketemu dan melapor ke Bupati. Karena itu persoalan krusial. Dan sekda tidak kapabel lagi untuk mengambil keputusan," tambahnya.

Iksan menyebut APBD tersebut akhirnya disahkan. Namun ada beberapa perubahan. Terutama pada Dinas Pekerjaan Umum. "APBD tahun 2013 jadi disahkan pada Maret. Ada perubahan dari yang tertuang dalam APBD saat itu di Dinas PU. Yang berbeda pada belanja modal dalam bentuk pembangunan fisik," ungkapnya.

Dalam persidangan tersebut beberapa kali majelis hakim memperingatkan Iksan untuk memberikan kesaksian yang benar. Karena berkali-kali Iksan tak memberi jawaban dengan pasti karena alasan lupa. 

"Kemarin wakil bapak juga menjadi saksi di sini. Jadi kami berharap bapak memberi keterangan yang benar. Kenapa sih kalau sampai di persidangan banyak pejabat yang banyak lupanya," ungkap Damis.