Rabu, 11 Januari 2017 12:20 WITA

Besok Ada Demo Kenaikan Biaya STNK, Kapolda Kumpulkan Rektor

Editor: Vkar Sammana
Besok Ada Demo Kenaikan Biaya STNK, Kapolda Kumpulkan Rektor

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jelang aski bela rakyat 121 di Kota Makassar, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono mengumpulkan Rektor se-Kota Makassar di Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (11/1/2017).

Aksi bela rakyat 121 diketahui merupakan bentuk kekecewaan masyarakat di Kota Makassar yang tidak menerima Peraturan Pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Diketahui, aksi ini akan dilangsungkan, Kamis (12/1/2017) besok.

Hadir dalam pertemuan itu, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, Rektor Universitas Negeri Makassar Husain Syam, Rektor UIN Alauddin, Rektor UMI, Rektor Unismuh, Rektor Unibos, Rektor UIM Makassar dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Menurut Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, pertemuan ini merupakan salah satu bentuk untuk membangun kerajasama dan sinergitas semua elemen. Salah satunya, yakni bertatap muka dengan Rektor se-Makassar jelang aksi bela rakyat 121.

Besok Ada Demo Kenaikan Biaya STNK, Kapolda Kumpulkan Rektor"Ini penting kita lakukan dalam membangun sinergitas Porli dengan elemen masyarakat. Menurut para rektor, ada beberapa mahasiswa yang akan turun ada juga yang tidak," kata Muktiono saat ditemui di Mapolda Sulsel.

Untuk itu, Muktiono memastikan akan tetap melakukan pengawalan dan pengamanan saat aksi unjuk rasa pada 12 Januari mendatang. Terlepas dari itu, ia juga menhimbau kepada masyarakat maupun mahasiswa yang melakukan aksi bisa menjaga suasana kamtibmas.

"Tentu pasukan sudah kami siapkan, kami siap kawal mereka yang sudah menyampaikan pemberitahuan. Tapi saya minta buat adik-adik, boleh demo tapi jangan merusak pembangunan kota Makassar," jelasnya.

Sementara itu, dari pertemuan tersebut, mantan Kapolda Maluku ini berharap kedepannya, para civitas akademika ini bisa bekerjasama dengan Polisi setiap ada permasalahan yang melibatkan mahasiswa, terutama dalam membangun karakter.

"Kalau ada anak-anak kita yang salah bisa tegur, yang penting bagaimana kita membangun karakter building. Karena karakter ini berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.

Tags