10 January 2017 14:09 WITA

Pemadaman Listrik, YLKI: PLN Wajib Beri Kompensasi Tarif

Editor: Jumardin Akas
Pemadaman Listrik, YLKI: PLN Wajib Beri Kompensasi Tarif
PLN

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mempertanyakan standar mutu pelayanan yang dimiliki PLN. 

Sekretaris YKLI Sulsel, Judy Rahardjo mengungkapkan, untuk mengatasi pemadaman listrik, jauh-jauh hari PLN Sulselbartra sudah harus bisa memanilisir kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi. Sebab hal ini akan berdampak pada masyarakat.

"Mestinya ada mutu pelayanan PLN. Karena beberapa hari terakhir ini pemadaman terjadi lebih dari tiga jam. Mutu pelayanan seharusnya ditempel di dinding PLN supaya ditahu konsumen, toleransi pemadamannya sampai berapa jam, konsumen perlu tahu itu," kata Judy Rahardjo kepada Rakyatku.com, Selasa (10/1/2017).

Berita terkait: PLN Sulselrabar: Listrik Baru Normal Rabu 11 Januari 2017

Untuk itu, Judy menilai sesuai dengan aturan mutu pelayanan, pihak PLN diwajibkan memberikan kompensasi kepada masyarakat apabila pemadam listrik di atas 5 jam. Artinya, ada pengurangan biaya pembayaran listrik.

"Toleransinya 5 jam per bulan. Kalau sudah tiga hari mati secara bergantian itu sudah lebih. Konsekuensinya konsumen berhak untuk mendapatkan kompensasi melalui pengurangan pembayaran mungkin lebih 10 persen karena diluar toleransi," jelas Judy.

Selain itu, Judy meminta pihak PLN harus melakukan audit secara transparan. Sebab, selama ini PLN selalu berdalih, pemadaman listrik terjadi diakibatkan gangguan jaringan. Parahnya, gangguan tersebut terjadi berulang dalam tiga tahun terakhir.

"Harus ada audit jaringan. Kalau dia alasannya jaringannya. Auditnya juga harus transparan. Supaya masyarakat tahu ada masalah seperti ini," tambahnya.

Selain itu, YLKI juga menyoroti sikap PLN yang tertutup. Bukan tanpa alasan, selama tiga hari pemadaman listrik secara bergantian di Kota Makassar, PLN tidak mengeluarkan pemberitahuan terlebih dulu. Hal ini tentu membuat masyarakat gelisah.

"Sesuai UU, PLN harus terbuka dalam memberikan informasi, pemadaman itu bukan rahasia negara kan. Maksudnya bukan informasi yang terkecualikan jadi harus diinformasikan kepada masyarakat," sesalnya.

Melihat persoalan yang ada, Judy meminta kepada PLN dan pemerintah untuk fokus pada perbaikan jaringan. Bukan justru lebih mengutamakan pembangunan tenaga pembangkit listrik.