Selasa, 10 Januari 2017 09:40 WITA

Penjelasan Pramono Anung Soal Pelatihan Bela Negara

Editor: Vkar Sammana
Penjelasan Pramono Anung Soal Pelatihan Bela Negara

RAKYATKU.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengaku telah berkomunikasi secara langsung dengan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI M Herindra terkait pencopotan Komandan Distrik Militer (Dandim) Lebak Letkol Czi Ubaidillah karena memberikan pelatihan bela negara kepada sebuah organisasi kemasyarakatan (Ormas), di mana latihan itu diposting di website yang kemudian menjadi viral.

Menurut Pramono Anung, Pangdam sudah memberikan jawaban terkait pencopotan itu. Katanya, Dandim Lebak lah yang paling bertanggung jawab atas kegiatan bela negara itu.

“Yang bertanggung jawab pada tingkatannya, karena itu kan tingkatnya di tingkat Danramil, tapi Danramil ini melaporkan kepada Dandim-nya, Dandimnya dicopot, diganti. Sehingga dengan demikian, persoalan ini tentunya menjadi pelajaran, pengalaman berharga bagi siapapun yang ingin mengadakan acara-acara seperti itu,” kata Pramono.

Pamono menjelaskan, Presiden sudah memutuskan, hal yang berkaitan dengan bela negara, nanti rumusannya itu dilakukan oleh Wantannas (Dewan Pertahanan Nasional). Sehingga tidak ada lagi overlapping pelaksanaan yang berkaitan dengan bela negara.

“Tugas bela negara nanti akan diatur oleh Wantannas. Mengenai siapa dan bagaimana pengaturan, karena sekarang ini baru diputuskan dan Perpresnya sudah dipersiapkan untuk bela negara, itu menjadi domainnya Wantannas. Jadi nanti Wantannas yang akan menjawab itu,” terang Pramono.

Mengenai pembentukan Wantannas itu, Seskab mengemukakan, bahwa Presiden sudah memutuskan, sekarang tinggal Peraturan Presiden (Perpres)nya. Ia menjelaskan, kalau dulu ada hal yang diatur oleh Lemhanas dan ada yang diatur dalam Dewan Ketahanan Nasional. Nah, Dewan Ketahanan Nasional dulunya hanya memberikan masukan kepada presiden, terhadap semua persoalan yang ada. 

“Sekarang presiden sudah memutuskan untuk mengkhususkan pada hal yang berkaitan dengan bela negara,” ujarnya.