04 January 2017 16:38 WITA

Sudah Tradisi Golkar Sulsel Bertabur Kepala Daerah

Editor: Mulyadi Abdillah
Sudah Tradisi Golkar Sulsel Bertabur Kepala Daerah
Nurdin Halid saat menemui Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Fenomena bupati dan wali kota memimpin Partai Golkar masih terus berlanjut di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Pasca kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL), pola ini berlanjut di tongkat komando Nurdin Halid. Maklum, tradisi ini sudah mengakar sejak era Amin Syam.

Di era SYL (2009-2016), ada enam daerah dari 24 daerah yang tidak dipimpin kader beringin. Yakni Maros, Sinjai, Toraja, Toraja Utara, Bantaeng, dan Pinrang. 

Kini, tongkat estafet berada di genggaman Nurdin Halid. Sejauh ini, baru delapan Musda DPD II yang selesai. Hasilnya, tujuh daerah dipimpin kepala daerah dan satu daerah dikomandoi wakil bupati.   

Dari delapan daerah itu, ada tiga wajah baru. Yakni Iksan Iskandar (Bupati Jeneponto), Muslimin Bando (Bupati Enrekang) dan Darwis Bastama (Wakil Bupati Pinrang). Selebihnya, wajah lama di era SYL yang terpilih untuk periode keduanya. 

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, Maqbul Halim mengungkapkan, konsolidasi beringin tidak mengincar para kepala daerah untuk menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar.

Lagipula, tidak ada target jumlah kepala daerah yang diinginkan untuk memimpin Partai Golkar di kabupaten/kota. "Tidak ada target, terserah siapa yang mau," kata Maqbul Rabu (4/1/2017).

Masih ada 16 daerah yang akan menggelar musda. Dari jumlah ini, bisa diprediksi ada beberapa kepala daerah yang memimpin Golkar. 

Antara lain Thorig Husler (Bupati Luwu Timur), Andi Mudzakkar (Bupati Luwu), Burhanuddin Baharuddin/Natsir Ibrahim (Bupati/Wakil Bupati Takalar), Basli Ali (Bupati Selayar) dan Akhmad Syarifuddin Daud (Wakil Wali Kota Palopo). 

Akankah era Nurdin Halid mampu menyaingi jumlah kepala daerah berbaju Golkar di era SYL? Kita tunggu saja.