Selasa, 20 Desember 2016 23:19 WITA

Waktu Penyelesaian Proyek Mepet, Ini Penjelasan Pemkot Parepare

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Andi Chaerul Fadli
Waktu Penyelesaian Proyek Mepet, Ini Penjelasan Pemkot Parepare

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Pembangunan beberapa proyek di Kota Parepare dipastikan tak rampung tahun ini. Tenggat penyelesaian proyek-proyek tersebut makin mepet dan menjadi sorotan.

Wakil Walikota Parepare, Faisal Andi Sapada (FAS) mengatakan, terkait keterlambatan itu, tidak sepenuhnya kesalahan harus dilimpahkan pada rekanan. Menurutnya, keterlambatan tersebut imbas dari perencanaan pembangunan yang dinilai tidak matang.

Mantan Kadis PU Parepare ini menuding, jika keterlambatan proyek-proyek menjadi tanggungjawab pemerintah dan DPRD Parepare. Mestinya, kata FAS pelaksanaan proyek dilakukan sesuai waktu yang dibutuhkan rekanan dalam merampungkan pekerjaannya.

"Tapi yang terjadi, proyek justru dilelang tiga bulan sebelum akhir tahun. Tidak masuk diakal proyek nilai miliaran rupiah bisa dirampungkan dalam rentan waktu mepet seperti itu," kata dia.

Selain itu, penganggaran proyek bernilai miliaran rupiah pada anggaran perubahan, oleh Faisal juga dinilai sebagai keputusan tanpa disertai pertimbangan yang baik dan menjadi kesalahan. Karena secara tehnis, setiap paket proyek membutuhkan proses panjang sebelum pelaksanaannya.

"Harus melalui perencanaan, lelang dan lain-lainnya. Itulah makanya, kenapa selalu ada proyek yang tidak mampu dirampungkan," katanya

loading...

FAS menambahkan pihaknya sudah minta kepada  Inspektorat, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pengguna anggaran, agar tidak menerima 100% pekerjaan rekanan yang tidak rampung atau tidak sesuai perencanaan. Pasalnya, untuk pelaksanaan proyek tidak dikenal tahun jamak.

"Semua harus rampung hingga 31 Desember," katanya.

Sementara itu , Kadis PU Parepare Syamsuddin Taha mengatakan, lambannya sejumlah proyek pembangunan yang awalnya ditarget rampung tahun ini, diantaranya karena terkendala terbatasnya waktu. Namun, kata dia, minimal proyek tahun ini yang tidak mampu dirampungkan, bisa mencapai 90%.

Terkait sanksi bagi rekanan yang tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya, selain akan dikenakan denda yang terhitung 1 Januari 2017 mendatang, juga akan menjadi pertimbangan bagi pihaknya. 

"Tentu yang terlambat itu menjadi catatan kami. Akan jadi pertimbangan untuk pelaksanaan pembangunan berikutnya," tandasnya.

Loading...
Loading...