Sabtu, 10 Desember 2016 14:38 WITA

Arti dari Pohon Cemara yang Menjadi Simbol Natal

Penulis: Al Khoriah Etiek Nugraha
Editor: Almaliki
Arti dari Pohon Cemara yang Menjadi Simbol Natal

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kemeriahan Natal mulai dirasakan saat pernak-pernik Natal mulai menghiasi sudut-sudut pusat perbelanjaan di awal Desember. Yang mencolok ditandai dengan bermunculannya pohon-pohon Natal yang dihias lampu kecil yang kerlap-kerlip dengan beragam warna. Ada pula aksesorisnya. Harganya? ternyata bisa mencapai ratusan juta.

Tapi bukan itu yang ingin dibahas. Lebih substansial adalah, apa makna dari pohon Natal sebenarnya?

Aku seringkali bertanya-tanya pada diri sendiri. Sampai pada akhirnya, kawanku yang beragama Kristen Protestan, yakni Kristin Mangngoli, kutanyai. "Cerita ini (pohon Natal) konon berawal dari Jerman. Dalam sejarahnya," katanya sumir.

"Pohon itu ada kaitannya dengan kelahiran yesus kristus. Pohon itu satu-satunya, yang dapat hidup di cuaca yang dingin. Tidak ada pohon lain," ujar Kristin.

Pohon Natal sendiri, kata Kristin, bukanlah suatu keharusan di gereja maupun di rumah. Sebab, hal itu sekadar simbol belaka. Yang dipercayai bisa menghidupkan jiwa kerohanian selalu bertumbuh. Pun menjadi saksi keindahan, untuk orang lain yang melihat.

"Dan dari pohon itu disimbolkan sebagai kehidupan keselamatan. Pohon yang digunakan itu cemara yang melambangkan hidup kekal," cerita Kristin singkat.

Arti dari Pohon Cemara yang Menjadi Simbol Natal

Pohon cemara ini juga diistilahkan sebagai evergreen. Sebab, pada umumnya di musim salju, saat hampir semua pohon dan tumbuhan harus kehilangan kehijauannya, cemara bisa mempertahankan setiap helai daun hijaunya.

Pohon Natal memang menjadi salah satu yang ditunggu saat menyambut keceriaan Natal. Apalagi kado yang rebah dan ikhlas, tergeletak di bawah rindang cemara.

loading...

Aku bahkan tertalik mengenalnya lebih jauh. Ada pula informasi, kalau pohon natal ini konon dimulai dari Jerman. Saat bangsa Jerman kuno memiliki kebiasaan memasang batang pohon (lengkap dengan cabang-cabang dan daun-daunnya) di tempat tinggal mereka. Hal ini dilakukan untuk mengusir 'bad spirit' atau kekuatan jahat. Serta sebagai simbol agar musim semi cepat tiba.

Kebiasaan ini dilakukan jauh sebelum datangnya kitab-kitab suci yang dibawa oleh para Nabi. Namun, ketika ajaran Kristen menyebar di Jerman, gereja tak menyukai hal tersebut. Dan dianggap bertentangan.

Pihak gereja melarang pemasangan batang pohon dalam rumah. Darinya, butuh waktu lama bagi seorang pemilik bakery, pada abad ke-12, lalu memiliki ide untuk memancak batang pohon tersebut dalam keadaan terbalik. Hal ini lalu disetujui oleh gereja Katolik.

Setelah protestan muncul, Martin Luther King memopulerkan dengan posisi natural seperti pohon pada umumnya. Tetapi dihias dengan lilin-lilin. Dengan tujuan untuk menunjukkan pada anak-anaknya, bagaimana bintang-bintang berkilauan di langit yang kelam. Seiring waktu, pohon natal pun didekorasi dengan hiasan-hiasan menarik seperti lampu-lampu, hiasan seorang anak kecil bersayap, hingga cokelat dan apel.

Arti dari Pohon Cemara yang Menjadi Simbol Natal

Secara tradisional, pohon natal di Jerman dipasang dan dihias pada tanggal 24 Desember saat malam Natal. Pohon Natal ini dipasang selama dua belas hari setelah Natal yakni tanggal 6 Januari. Tak cuma cemara asli, pohon Natal juga memiliki replika, yang dapat digunakan secara berulang.

"Keistimewaan pohon Natal ini jangan sampai mengurangi makna Natal, sebagai peringatan kelahiran Juru Selamat, Yesus Kristus," tukas Kristin.

Loading...
Loading...