Rabu, 07 Desember 2016 08:00 WITA

Jokowi Minta Lahan Pertanian di Indonesia Dimaksimalkan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Jokowi Minta Lahan Pertanian di Indonesia Dimaksimalkan

RAKYATKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat laporan, luas lahan pertanian di Indonesia sebesar 36,8 juta hektar. Namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. 

Salah satu contoh ada luas lahan persawahan 8,1 juta hektar namun baru 4,1 juta yang dialiri irigasi. Itupun masih perlu dilakukan beberapa perbaikan dan normalisasi.

Dia meminta jajaran kementerian/lembaga terkait mengenai perlunya fokus dalam mengatasi permasalahan sarana dan prasarana pertanian ini. Hal ini karena, menurutnya, masih terdapat 4 juta hektar lahan persawahan yang belum terairi oleh irigasi. 
Masih terdapat 5,02 juta hektar huma atau ladang dan 12,01 juta hektar tegal atau kebun seluas yang perlu dibuatkan kantong air atau embung agar bisa menanam 2 kali dalam setahun.

“Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus mengembangkan sumber-sumber air, seperti normalisasi sungai, memperbaiki saluran irigasi primer dan sekunder, serta membangun kantong-kantor air atau embung-embung,” kata Jokowi dalam pengantarnya pada rapat terbatas (ratas) di Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Dengan cara itu, Jokowi meyakini, Indonesia bisa mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada. Serta dapat meningkatkan produksi pertanian agar swasembada pangan dapat tercapai.

“Saya juga minta agar lahan-lahan tidur yang mencapai luas 11,7 juta hektar segera dapat dimanfaatkan lebih produktif,” tambahnya.

loading...

Selain itu, untuk peningkatan produksi pertanian, Presiden Jokowi juga meminta dilakukannya pengembangan alat mesin pertanian, serta meningkatkan akses permodalan bagi petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat.

Sementara terkait dengan alat mesin pertanian, Presiden mengingatkan, kebutuhannya akan semakin meningkat sejalan dengan optimalisasi lahan-lahan pertanian serta pembukaan lahan-lahan baru.

Jokowi meminta dibuatkan skema khusus untuk alokasi Kredit Usaha Rakyat di sektor pertanian, yang didasarkan pada karakteristik komoditas yang menjadi prioritas.

Satu lagi yang tidak kalah penting, kata dia, menginginkan agar koperasi-koperasi di desa-desa kembali digiatkan, dan difokuskan untuk menyalurkan KUR bagi sektor pertanian.

Tags
Loading...
Loading...