Rabu, 04 Mei 2016 14:05 WITA

PSDA: Kendala Mega Proyek Sulsel Rata-rata Pembebasan Lahan

Penulis: Al Khoriah Etiek Nugraha
Editor: Wiwi Amaluddin
PSDA: Kendala Mega Proyek Sulsel Rata-rata Pembebasan Lahan
Kepala Dinas PSDA, Andi Darmawan Bintang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan progres empat mega proyek Sulsel yang masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara multi years, memiliki kendala berbeda-beda. Namun, dari semua kendala, rata-rata proyek terhambat pembebasan lahan.

Empat mega proyek yang bersumber dari APBN meliputi,  Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, Bendungan Paselloreng di Wajo, Bendung Baliase di Luwu Utara, dan Bendung Pamukkulu di Takalar.

"Saat ini progress keempat DAM terus berjalan. Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapi, diantaranya pembebasan lahan pada masing-masing area proyek," ungkap Kepala Dinas PSDA, Andi Darmawan Bintang.

Misal, kata dia, pada Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, saat ini belum dilakukan pengerjaan fisik di lokasi tapak bendung, lantaran lahan belum bebas 100 persen. Sedangkan, Bendung Baliase pengerjaan fisiknya sementara berjalan, tapi masih beriringan dengan pembebasan lahan yang terus dilakukan.

"Kalau Baliase itu bendung. Sungai yang ditinggikan permukaan airnya, yang dibelokkan untuk masuk saluran primer. itu juga progressnya juga sudah jalan, konstruksinya sudah jalan. Pembebasan lahannya juga terus berjalan,"terang Darmawan.

Loading...

Sementara, Bendungan Pamukkulu Takalar, progresnya baru menuju pembebasan lahan. Permintaan anggaran pembayaran pembebasan lahan juga  sudah disampaikan ke pemerintah pusat.

Untuk Bendungan Paselloreng di Wajo, kata dia, pembangunan fisik sudah berjalan 14 persen yang berada di bagian tapak bendung.

"Paling cepat progressnya itu bendungan paselloreng diantara semua bendungan yang di progres. Dan, memang peoyek ke empat DAM ini sangat berbeda karena ada yang pembebasannya lancar, ada yang jalan pelan-pelan, ada juga yang terhambat,"beber Darmawan. 

Loading...
Loading...