02 December 2016 16:34 WITA

Girangnya SYL, Pangdam dan Kapolda Ketika Aksi 212 Berjalan Damai 

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Girangnya SYL, Pangdam dan Kapolda Ketika Aksi 212 Berjalan Damai 
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah unsur Forkopimda, seperti Pangdam VII Wrb Mayjen Agus Suryabhakti, Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan, menghadiri Aksi 212 di Anjungan Pantai Losari Makassar, Jumat (2/12/2016). Tampak dalam gambar pula Sekprov Sulsel, Abdul Latif. (Foto: Ibnu Kasir)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Aksi Bela Islam 2 Desember atau kerap disebut 212 di Makassar, berlangsung aman dan damai, di Anjungan Pantai Losari, Jumat (2/12/2016). 

Meski diikuti ratusan ribuan peserta, nyaris tak ada gangguan berarti. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan kegembiraannya, atas berjalan amannya kegiatan ini.

Syahrul berjanji, apa-apa yang menjadi aspirasi dari Aksi 212 ini akan disampaikan ke pimpinan.

"Kami akan meneruskan pandangan kita hari ini. Seperti yang lalu (Aksi 4 November 2016). Ini kehendak kita semua. Kita berharap semua proses berjalan dengan cepat dan kita kembali berkonsentrasi jalan syariat Islam dalam kehidupan kita," ungkap SYL disambut tepuk tangan peserta aksi. 


    
Sementara itu, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen Agus Suryabhakti mengatakan, Aksi 212 di Makassar yang berjalan damai, bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.

"Ini adalah bukti saling menghormati. Sulsel tunjukkan kehebatan kedamaian. Kami datang untuk Islam. Gubernur, Kapolda, Pangdam, Walikota dan semua yang ada di sini," terang Agus. 

"Saya salut pada semua, ada yang membagikan makanan pada yang lapar-lapar,  yang pingsan karena kepanasan dimasukkan ke ambulans dan dibawa ke rumah sakit. Itulah islam, saling menghormati, saling membantu," sambung Agus. 

Agus melanjutkan, Aksi 212 di Makassar, menunjukkan bahwa kota ini tempat yang aman untuk memajukan Indonesia dan NKRI. "Kita perlihatkan Makassar tempat untuk Indonesia, NKRI yang kita cintai," tambahnya. 

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan, juga menyampaikan kegembiraannya. Anton bahkan sempat mengutip pernyataan pihak barat. Bahwa, jika ada perkumpulan manusia melebihi sepuluh ribu, maka itu berpotensi membuat kerusuhan. 

"Dunia barat kemarin nyatakan begitu. Tapi ini lebih ratusan ribu, tidak rusuh. Artinya Islam itu betul-betul rahmatan lil alamin," tuturnya. 

Terkait penanganan kasus penistaan agama oleh Ahok yang menjadi pemicu Aksi 212, Anton berjanji pihak kepolisian bertindak profesional. 

"Polisi menegakkan amar makruf nahi mungkar. Yang bisa tersangkakan Ahok adalah Polri. Maka Polri akan mengawal hukum seadil-adilnya. Jangan takut, saya akan ikut kawal, karena saya juga muslim," tegas Anton.