02 December 2016 12:21 WITA

"Berulang Kali Diperiksa KPK, Tapi.. Ditangan Polri Ahok Tersangka"

Editor: Vkar Sammana

RAKYATKU.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian diberikan kesempatan oleh panitia Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI untuk menyampaikan sambutannya.

Dalam sambutannya, Jenderal Tito mengapresiasi kesepakatan dengan GNPF MUI sehingga bisa menggelar aksi super damai di lapangan Monas. Aksi ini berjalan damai hingga berakhir siang nanti.

“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul dalam suasana damai. Panitia telah meminta kepolisian untuk menggelar acara ini. Kami sepakat berbagai dialog kumpulkan tempat ini sehingga bisa terselenggara dengan baik. Betapa indahnya Islam,” ujar Jenderal Tito di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (02/12/2016).

Jenderal bintang empat itu pun meminta massa aksi super-damai 212 ini untuk mendekatkan diri dengan Allah, Sang Pencipta. “Oleh karena itu hari ini kita dekatkan ibadah kita. Kita dekatkan ibadah kita dengan Allah,” tuturnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan jika proses hukum kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah berjalan. Hal itu, kata dia dibuktikan dengan adanya pelimpahan berkas perkara yang telah diserahkan ke Kejaksaan Agung.

“Proses hukum sudah selesai dan tersangkanya sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung,” kata Jenderal Tito.

Menurutnya penyidik Bareskrim Polri sudah bekerja secara maksimal menangani kasus Ahok. Bahkan, Tito membanding-bandingkan penanganan perkara antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Apa yang kami lakukan sudah maksimal, berulang kali diperiksa KPK tidak bisa jadi tersangka, tapi saat polisi menangani Ahok jadi tersangka,” katanya.

Kapolri pun meminta masyarakat untuk mengawal proses hukum kasus dugaan penistaan agama yang telah menyeret Ahok sebagai tersangka.

“Mohon dukungan agar proses hukumnya bisa terus berjalan, mari kita doa bersama agar ini bisa terus berjalan. Insya Allah,” tutur Mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Massa aksi kemudian menyambut sambutan Tito dengan teriakan tangkap Ahok. Kemudian massa juga menyanyikan yel-yel agar Ahok segera ditangkap.

“Buktikan. buktikan, buktikan,” teriak massa aksi. “Tangkap, tangkap, tangkap si Ahok. Tangkap si Ahok sekarang juga,” yel-yel yang dinyanyikan peserta aksi.