Sabtu, 26 November 2016 11:56 WITA

Teroris Majalengka Berencana Ledakkan Gedung DPR RI

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Teroris Majalengka Berencana Ledakkan Gedung DPR RI
Pembuat bom rakitan yang diringkus tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri ternyata mengincar Gedung DPR RI. (int)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan, terduga teroris yang tertangkap di Majalengka, Jawa Barat, tengah merencanakan aksi teror di Gedung DPR RI. 

Terduga teroris berinisial RPW (24 tahun) diketahui memiliki laboratorium sendiri yang mampu memproduksi bahan peledak. Ia pun sementara meracik bahan peledak berdasarkan pesanan dari beberapa daerah di Indonesia.

"Bahan peledak yang dibuat, pada waktunya, seperti biasa, sasarannya itu akan ditujukan kepada gedung DPR/MPR, Mabes Polri juga, Mako Brimob Kelapa Dua, kedutaan-keduataan tertentu, kemudian stasiun televisi tertentu, tempat ibadah tertentu, dan kafe," jelas Karo Penmas Div Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto, dalam keterangan persnya di Mabes Polri Jakarta, seperti dikutip tribratanews. 

Beruntung, lanjut Kombes Pol Rikwanto, Densus 88 bergerak cepat dengan menangkap RPW sebelum bahan peledak yang dibuat jadi sempurna dan diedarkan.

loading...

Lebih jauh Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, dalam meproduksi bahan peledak, RPW dibantu oleh beberapa rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran Densus Anti Teror 88 Polri.

Sebelumnya, Tim Densus 88 menangkap RPW di rumahnya di Blok Situsari RT 03 RW 05 Desa Girimulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (23/11/2016) lalu. 

Dari rumah mantan tenaga sukarelawan di Badan Penyuluh Pertanian Pemkab Majalengka ini ditemukan beberapa barang bukti. Seperti sebuah bendera hitam berlambang jihad, senapan, pedang sepanjang hampir 1 meter, sejumlah bahan peledak, beberapa zat kimia seperti asam nitrat, asam sulfat, air raksa, pupuk urea, alat pencampur, kristal berwarna cokelat, kabel kecil, 2 unit laptop, buku-buku jihad, serta sejumlah barang lainnya sebanyak dua karung dan beberapa dus.

Loading...
Loading...