Jumat, 21 Oktober 2016 22:31 WITA

Kapal Perang Rusia Mulai 'Hantui' Inggris

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kapal Perang Rusia Mulai 'Hantui' Inggris

RAKYATKU.COM - Rombongan kapal perang Rusia meulai menghantui Inggris. Salah satunya kapal induk Admiral Kuznetsov yang bisa terlihat dari The White Cliffs of Dover -tebing putih yang menjadi landmark Inggris Raya.

Dikutip dari Mirror, Jumat (21/10/2016), kapal induk itu nampak menyemburkan asapnya saat melintasi Selat Inggris. Hal ini dinilai sebagai aksi provokatif yang digencarkan Rusia.

Namun pejabat di Downing Street -rumah Perdana Menteri Inggris- membantah isu yang muncul jika Inggris nampak lemah dengan kehadiran kapal-kapal Rusia.

"Saya akan membantah bahwa Rusia merasa kami terlalu lemah. Jelas kita tidak lemah sama sekali," ujar Juru bicara di Downing Street.

Kapal Perang Rusia Mulai 'Hantui' InggrisPenampakan Kapal Perang Kuznetsov

Menurutnya, pemerintah Inggris sudah menekankan agar rombongan kapal perang itu untuk keluar dari Selat Inggris, hari ini.

Meski demikian, pemerintah setempat tak mau kecolongan. Kapal-kapal perang Inggris sudah diturunkan mengawasi pergerakan rombongan kapal perang Rusia.

loading...

"Kami hanya akan mengawasi mereka melalui perairan teritorial kami," kata juru bicara itu.

Kapal Perang Rusia Mulai 'Hantui' InggrisJalur pelayaran armada kapal perang Rusia di Selat Inggris

Pada saat yang sama, dua korvet -kapal perang kecil- Rusia lainnya menuju kawasan utara dari arah Portugal. Angkatan Laut Inggris dengan Kapal HMS Dragon juga disiapkan mengawasi pergerakan korvet-korvet itu.

Inggris menurunkan dua kapal perusaknya. Kapal perang HMS Duncan berlayar dari Portsmouth pada Selasa lalu untuk memantau Kuznetsov, yang saat ini menuju selatan dari Laut Norwegia menuju Laut Utara. Kapal lainnya, HMS Richmond juga mengawal kelompok kapal perang Rusia di Laut Norwegia.

Kapal Perang Rusia Mulai 'Hantui' InggrisKapal HMS Duncan yang mengawasi pergerakan kapal-kapal perang Rusia di Selat Inggris

Ketegangan antara Inggris dan Rusia muncul setelah Perdana Menteri Inggris, Theresa Mei mengecam Presiden Rusia, Vladimir Putin yang dianggap merusak upaya negara-negara Barat dalam penyelesaian politik di Suriah.

Tags
Loading...
Loading...