20 October 2016 06:01 WITA

Dugaan Pungli Bantuan Hand Traktor Bulukumba, Petani Dimintai Jutaan Rupiah

Editor: Jumardin Akas
Dugaan Pungli Bantuan Hand Traktor Bulukumba, Petani Dimintai Jutaan Rupiah

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Fokus Presiden Jokowi untuk membumihanguskan pungutan liar (pungli) di republik ini menuai reaksi masyarakat. Mereka kini berani untuk mengungkap sejumlah pungli di daerahnya.

Dua orang petani di Bulukumba Sulawesi Selatan yang berasal dari kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Rilau Ale mengaku dimintai uang masing-masing Rp2 juta untuk mendapatkan bantuan hand traktor dari Dinas Pertanian Bulukumba.

Mereka adalah Patahuddin, Ketua Kelompok Tani Hayat Jaya III Kambuno Kecamatan Bulukumpa dan Ketua Gabungan kelompok tani Andi Bangsawan dari kecamatan Rilau Ale.

Patahuddin mengatakan, jika hendak memeroleh traktor bantuan dinas pertanian, ketua kelompok harus memperispkan dana yang tidak dilengkapi kwitansi.

"Selama ini kalau kelompok tani kita dapat traktor maka petugas Dinas Pertanian minta Rp2 juta sampai Rp3 juta baru bisa dibawa pulang traktor itu," kata Patahuddin, Rabu (19/10/2016).

Hal serupa juga dialami oleh Andi Bangsawan. Menurutnya, dana yang diminta petugas tidak disertai kwitansi dan dalam laporan pertanggungjawabannya dimasukkan ke kelompok tani penerima bantuan.

Mengenai dana tersebut keduanya tidak mengetahui dilarikan kemana. Karena petugas dari dinas pertanian juga tidak memberikan informasi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Bulukumba Harun mengatakan, jika pihaknya tidak pernah melakukan pemungutan terhadap kelompok tani demi mendapatkan bantuan. 

Bahkan menurutnya, telah ada surat edaran tentang larangan pungutan biaya terhadap petani yang diperbaharui setiap tahunnya.

"Tidak ada dek yang begitu. Kalau itu ada maka itu ilegal. Saya sudah peringati anggota saya melalui surat edaran," ungkapnya, Rabu (19/10/2016)

Harun bahkan mewarning anggotanya dengan sanksi tegas jika terbukti melakukan pungutan liar (Pungli) kepada masyarakat.