Rabu, 19 Oktober 2016 01:00 WITA

Dijaring Polisi, Pengakuan PSK: Cari Uang untuk Biaya Titip Anak

Penulis: Ibnu Kasir Amahoru
Editor: Andi Chaerul Fadli
Dijaring Polisi, Pengakuan PSK: Cari Uang untuk Biaya Titip Anak

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Karmila (23), warga Vetran Utara yang terjaring razia Pekerja Seks Komersial (PSK) di Jl Salahutu hanya bisa menangis di Mapolsek Makassar, Rabu (19/10/2016) dini hari. 

Dia mengaku memilih hidup di dunia pelacuran lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. "Mau ja cari uang untuk biaya anakku. Karena anakku sekarang saya titip sama orang. Satu hari kalau dititip, saya bayar Rp50 ribu," kata Karmila kepada Rakyatku.com.

Sudah beberapa tahun belakangan Karmila menjajakan diri buat lelaki hidung belang. Selama bekerja, baru kali ini dia terjaring razia.

Loading...

"Inipun awalnya saya di ajak sama teman-teman. Karena mudah dapat uang, saya bertahan. Itupun biasa masih pusing ja kalau sepi pelanggan, karena ndak tahu apa mau dibayar," jelasnya.

Karmila terjaring bersama lima PSK lainnya dari Jl Veteran Utara, Jl Salahutu, dan Jl Daeng Anca.

Loading...
Loading...