Sabtu, 30 April 2016 16:07 WITA

May Day, Fraksi PKS Perjuangkan Nasib Pembantu Rumah Tangga

Editor: Mulyadi Abdillah
May Day, Fraksi PKS Perjuangkan Nasib Pembantu Rumah Tangga

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jelang perayaan May Day (Hari Buruh Sedunia) pada Minggu besok, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menjaring aspirasi buruh Sulsel.

Penyerapan aspirasi ini dikemas dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Konfederasi Pekerja se-Sulsel yang digelar di Cafe Mangkok Merah di Baddoka, Makassar (30/04).

Salah satu yang menguat dalam FGD tersebut adalah kondisi pembantu rumah tangga.Menurut Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulsel, pembantu rumah tangga beralih profesi sebagai pekerja rumah tangga. 

"Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan, tanpa batasan jam kerja," kata Iskandar dari KSPI.

[Baca: Aksi May Day Ada Bakar-bakar? Siap-siap Disemprot Damkar]

Ketua Fraksi PKS Sulsel, Taslim Tamang membenarkan pernyataan KSPI tersebut. Menurut Taslim, nasib pembantu rumah tangga harus diperjuangkan. 

"Selain tidak adanya batasan jam kerja, kita juga belum tahu berapa jumlah pembantu rumah tangga di Sulsel," ungkap anggota Komisi B itu.

Loading...

Mudzakkir Ali Djamil dari Fraksi PKS Kota Makassar mengatakan bahwa isu ketenagakerjaan akan menjadi isu yang akan diperjuangkan oleh Fraksi PKS. 

[Baca: 1.150 Aparat Siap Kawal Peringatan Hari Buruh]

Menurut Mudzakkir, masih banyak buruh yang tidak mendapat haknya dari perusahaan. "Contohnya saat DPRD Makassar melakukan sidak di Kima, masih banyak perusahaan yang tidak memberikan jaminan sosial kepada pekerjanya," ungkap Mudzakkir.

Ketua Konfedarasi Serikat Pekerja Indonesia Sulsel, Jawarman memberikan apresiasi kepada Fraksi PKS yang mengadakan acara FGD untuk menyerap aspirasi buruh. 

"Sampai saat ini hanya PKS yang mengundang kami diskusi," kata Jawarman.

Selain masalah pekerja rumah tangga, juga dibahas masalah UMP, kesejahteraan pekerja dan berbagai permasalahan lainnya.

Loading...
Loading...