Rabu, 12 Oktober 2016 06:30 WITA

Hadapi Pertahanan Rudal AS, Rusia dan Tiongkok Bakal Join

Editor: Andi Chaerul Fadli
Hadapi Pertahanan Rudal AS, Rusia dan Tiongkok Bakal Join
Getty

RAKYATKU.COM - Militer Rusia menggadang-gadang rencananya bekerjasama dengan Tiongkok untuk mengantisipasi ancaman program pertahanan rudal Amerika Serikat (AS).

Staf Umum Militer Rusia, Letnan Jenderal Viktor Poznikhir menuduh Pentagon mengembangkan pertahanannya. Sebagai bagian dari perencanaan untuk serangan nuklir pertama. 

"Sistem pertahanan rudal jauh menggeser keseimbangan senjata ofensif, memungkinkan perencanaan serangan pre-emptive lebih efisien," katanya pada konferensi keamanan di Tiongkok seperti dikutip dari cbsnews.com, Rabu (12/10/2016).

Rusia dan Tiongkok memang kerap menyatakan keprihatinannya tentang pertahanan rudal AS. 

"Ahli militer Rusia percaya bahwa AS berharap untuk mendapatkan kemampuan menyerang setiap wilayah di dunia, termasuk Rusia dan China, dengan rudal nuklir berujung dengan impunitas," katanya. 

Poznikhir menganalogikan ketegangan Rusia dan AS seperti dua gladiator dipersenjatai pedang dan saling berhadapan.

loading...

"Jika salah satu dari gladiator mengambil perisai, itu akan memberinya keuntungan yang nyata dan membuat dia berpikir bahwa dia akan bisa menang, terutama jika ia membunuh pertama," katanya. 

"Apa yang akan gladiator lain lakukan? Tentu, ia juga akan mengambil perisai dan juga pedang panjang dan kuat. Ini adalah apa yang terjadi sekarang sebagai akibat dari penyebaran rudal AS."

Poznikhir mengungkapkan, Rusia dan Tiongkok sudah mengambil tindakan pencegahan dalam menanggapi program pertahanan AS rudal. Meski dia tidak merinci hal itu.

Namun awal tahun depan, rencananya, Rusia dan Tiongkok akan menggelar simulasi serangan bersama. Untuk menangkis serangan rudal di bawah perlindungan sistem pertahanan rudal di dekat perbatasan mereka. 

Tags
Loading...
Loading...