11 October 2016 15:31 WITA

Duh! Legislator Gerindra Cabut Pistol Saat Rapat, Jubir Partai Anggap Wajar

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Duh! Legislator Gerindra Cabut Pistol Saat Rapat, Jubir Partai Anggap Wajar
Sudirman Sijaya saat di Polres Jeneponto, usai insiden cabut pistol di DPRD Jeneponto, Senin (10/10/2016). Foto: Zul Lallo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel, Syawaluddin Arif, angkat bicara soal insiden cabut pistol Sudirman Sijaya.

Sudirman adalah legislator Jeneponto yang mencabut pistol saat rapat berlangsung di DPRD Jeneponto, Senin kemarin. 

Aksi cabut pistol dipicu karena adu mulut dengan legislator lainnya, saat rapat berlangsung. Menurutnya, Sudirman berprilaku wajar. Sebab, katanya, dia memang dikenal sebagai salah satu anggota dari Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin).

"Jadi dia itu pengurus perbakin dan dia juga pelatih menembak, jadi tidak ji persoalan soal itu," ucap Syawaluddin yang juga Juru Bicara Gerindra Sulsel tersebut.

Soal sanksi untuk untuk Sudirman, Syawaluddin mengaku tak ada pertemuan formal di tataran partai yang membicarakan hal tersebut. "Untuk sanksi ada prosedurnya dari partai dan sampai saat ini belum ada," tutupnya. 

Pendapat berbeda diungkap Ketua Bappilu Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani. Mantan politisi Demokrat ini justru sebaliknya. Idris sendiri geram atas ulah Sudirman Sijaya. 

(Idris Manggabarani)
  
Idris memastikan, akan menindak Sudirman. Tak tanggung-tanggung, Idris mengancam akan mem-PAW-kan Sudirman di DPRD Jeneponto.

"Pasti kita akan beri sanksi. Minimal itu PAW. Kita tidak mau ada kader yang berlagak seperti itu," sesal Idris saat dikonfirmasi Rakyatku.com, Selasa (11/10/2016).

Dikatakan Idris, kader Gerindra mesti mendahulukan politik santun. Apalagi, katanya, Sudirman dianggap berlaku tidak etis di sebuah situasi formal. "Berpolitik itu bukan ajang gagah-gagahan atau jago-jagoan," tegasnya.

Dengan tingkah seperti itu, lanjut Idris, Sudirman telah mencoreng nama baik institusi DPRD Jeneponto sekaligus Partai Gerindra. "Semuanya dilanggar. Yang jelas dalam waktu dekat kita akan bicarakan hal ini dan tentu akan beri sanksi berat," pungkasnya.