Selasa, 04 Oktober 2016 19:01 WITA

Sekda Lutim Tegaskan Hutan Tanaman Rakyat Harus Sesuai Aturan

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Sekda Lutim Tegaskan Hutan Tanaman Rakyat Harus Sesuai Aturan
Sekda Lutim Daerah, Bahri Suli, saat membuka workshop sosialisasi program pengelolaan dan pengembangan hutan rakyat lestari dan sistem verifikasi legalitas kayu. Workshop ini diikuti para pengelola kelompok tani hutan rakyat yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Selasa (4/10/2016).

RAKYATKU.COM, LUTIM - Program pengembangan hutan rakyat memang sangat potensial dimanfaatkan menjadi usaha yang dapat menggerakkan ekonomi daerah. 

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sangat mendukung program pengembangan hutan rakyat yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Namun di sisi lain diperlukan juga upaya pengawasan secara aktif. Terutama kepala desa dan camat di wilayahnya masing-masing. Agar program ini tidak melanggar aturan atau dalam artian merambah kawasan hutan.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah, Bahri Suli, saat membuka workshop sosialisasi program pengelolaan dan pengembangan hutan rakyat lestari dan sistem verifikasi legalitas kayu. Workshop ini diikuti para pengelola kelompok tani hutan rakyat yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Selasa (4/10/2016).

Sekda Lutim Tegaskan Hutan Tanaman Rakyat Harus Sesuai Aturan

Menurutnya, memanfaatkan hutan untuk mendorong perekonomian masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan sangat baik. Sepanjang tidak melanggar aturan yang ada.

Koordinator Steering Commite Konsorsium Berdaya Hijau, Bachrianto Bachtiar mengatakan program tata kelola hutan rakyat berkelanjutan ini merupakan  program hibah millenium challenge account (MCA)-Indonesia untuk mengelola sumber daya alam berbasis masyakat yang berkontribusi pada penyerapan gas rumah kaca.

Lanjutnya, tujuan program ini dimaksudkan untuk meningkatkan usaha tani kayu rakyat yang telah dikembangkan oleh masyarakat sendiri sejak tahun 2010 kemudian mendapat pendampingan oleh Sulawesi Community Foundation (SCF) sejak tahun 2013 yang didanai MCA.

Ia menambahkan program berdaya hijau ini di implementasikan pada tujuh kecamatan di Kabupaten Luwu Timur meliputi Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena dan Angkona dengan durasi program 1 Juli 2016 hingga 31 Desember 2017.

"Hingga saat ini, capaian hutan tanaman rakyat (HTR) di Luwu Timur telah mencapai 21.000 ha. Saya jamin produk kayu yang dihasilkan legal" tutupnya.

(Penulis: Hendra/Humas Pemkab Lutim)