Sabtu, 01 Oktober 2016 13:00 WITA

Serukan Tes Keperawanan Masuk Universitas, Anggota Parlemen Mesir Dicerca

Editor: Suriawati
Serukan Tes Keperawanan Masuk Universitas, Anggota Parlemen Mesir Dicerca
Ilhamy Agina

RAKYATKU.COM - Seorang anggota parlemen Mesir menghadapi cercaan setelah menyerukan tes keperawanan untuk masuk perguruan tinggi.

Ilhamy Agina berpendapat bahwa langkah itu akan membantu mengakhiri praktek pernikahan adat yang kearap di lakuka oleh pemuda Mesir yang tidak mampu melakukan pernikahan formal.

baca juga: Pakistan Setujui RUU Perkawinan Perempuan Hindu

"Setiap gadis yang memasuki universitas harus diperiksa untuk membuktikan dia adalah seorang perawan," kata Agina pada surat kabar Youm 7.

Tapi, komentarnya langsung memicu cemoohan di media sosial. "Kami memiliki anggota parlemen yang terobsesi dengan seks," tulis seornag jurnalis, Khaled Dawoud.

Serukan Tes Keperawanan Masuk Universitas, Anggota Parlemen Mesir Dicerca

Tapi, Agina mengatakan bahwa apa yang Ia suarakan telah disalahartikan dan ia telah memutuskan untuk memboikot media.

loading...

"Orang-orang telah menyerang saya sejak kemarin dan mereka marah dan semacamnya. Saya sudah memutuskan untuk tidak berurusan dengan media," katanya.

Dia mengatakan, bahwa ungkapan itu dilontarkan setelah reporter Youm 7 bertanya kepadanya tentang peran pemerintah dalam mengakhiri pernikahan adat, sehingga ia menyarankan tes keperawanan.

"Saya berkata... itu tidak benar jika pemerintah meminta seorang gadis atau seorang pria apakah mereka sudah menjalani pernikahan adat," katanya. "Tapi mungkin, mungkin ... hanya sebagai saran, pemerintah bisa memberitahu rumah sakit universitas untuk melakukan tes narkoba dan keperawanan. Lalu universitas dapat memberitahu orang tua siswa," katanya, berusaha mengelak.

Itu bukan pertama kalinya Agina membuat pernyataan kontroversial. Sebelumnya, dia pernah mengatakan bahwa ia mendukung mutilasi alat kelamin perempuan, yang ilegal namun masih banyak dipraktekkan di Mesir.

"Kami adalah orang-orang yang laki-laki memiliki disfungsi ereksi. Jika kita berhenti melakukan sunat perempuan maka kita perlu orang-orang kuat," katanya.

Tags
Loading...
Loading...