Jumat, 30 September 2016 12:35 WITA

Barang Sitaan Rusak Berpotensi Rugikan Negara, Ini Langkah Menkumham 

Editor: Vkar Sammana
Barang Sitaan Rusak Berpotensi Rugikan Negara, Ini Langkah Menkumham 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly mengaku sedang menyusun rancangan Peraturan Presiden (Perpres)  tentang pelelangan barang sitaan oleh penegak hukum.

Ia mengaku, sangat menyayangkan jika barang sitaan yang disimpan oleh penegak hukum akhirnya rusak dan mengakibatkan kerugian negara.

"Banyaknya barang sitaan yang hancur percuma dan merugikan negara. Maka perlu menyusun tata cara pelelangan barang sitaan. Triliunan uang negara yang hilang, karena barang sitaan hancur," ungkapnya saat membuka Rakor Dilkumjakpol di Makassar, Jumat (29/9/2016).

Jika barang sitaan tersebut dilelang, maka uang hasil lelang itu bisa masuk di kas negara, atas nama tersangka atau terdakwa.

"Nanti kalau sudah selesai sudah dalam bentuk uang, jadi tidak hancur. Kalau mobil disimpan perkaranya baru inkrah lima tahun mendatang, mobilnya sudah hancur, negara juga rugi untuk perawatan," jelas Yasonna.

Masih dalam bentuk pemikiran Yasonna. Pelelangan tersebut nantinya dilakukan saat awal putusan, tentunya dengan persetujuan tersangka. Barang sitaan dalam bentuk mobil atau benda lainnya dilelang berdasarkan harga wajar di pasaran.

"Sudah itu uangnya atas nama negara. Sudah dilelang dan dia diputuskan mengganti misalnya 200 juta, kemudian hasil lelangnya tiga ratus,  seratusnya dikembalikan sama dia. Kalau kurang urusan lain. Kalau dibiarkan begitu kita tidak punya tempat, hancur barangnya, negara rugi," pungkasnya.