Kamis, 29 September 2016 16:51 WITA

Organda Makassar Tolak Uber dan Grab

Penulis: Nurhikmah
Editor: Jumardin Akas
Organda Makassar Tolak Uber dan Grab

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kehadiran taksi online (Uber dan Grab) di Kota Makassar tampaknya tidak akan berjalan mulus. Moda transportasi berbasis aplikasi online ini dinilai akan berdampak terhadap taksi-taksi yang lebih dahulu beroperasi dengan menggunakan sistem argo.

Hal itu disampaikan Ketua Organda Kota Makassar, Sainal Abidin pada pertemuan dengan sejumlah pengusaha taksi, rental dan angkutan kota di kafe Rieke Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (28/9/2016).

“Taksi applikasi online Uber dan Grab harus memiliki badan hukum nasional Indonesia, izin penyelenggara, uji keur kendaraan, mempunyai plat tanda khusus dari kepolisian, dan atas nama di STNK tidak lagi perorangan tetapi berbadan hukum (PT, Koperasi, BUMN, BUMD),"

"Selain itu, harus menyiapkan persyaratan teknis seperti izin usaha angkutan, izin prinsip, izin operasional lima tahun, tempat pemeliharaan (Pool) kendaraan, Tempat Perbaikan Kendaraan (Bengkel)," tambahnya.

Sainal mengatakan, yang terpenting dan perlu dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui dinas terkait adalah melakukan pembenahan moda transportasi angkutan umum, regulasi, dan infrastruktur jalan. 

loading...

Sehingga kendala-kendala teknis di lapangan tidak lagi terjadi. Juga perlu dilakukan kajian sebelum memberikan izin operasi kepada para pengusaha Moda Transportasi yang akan berinvetasi di Kota Makassar.

Menurutnya, taksi online sangat merugikan sebab menggerus pendapatan para pengusaha taksi dan angkutan umum. Tak tanggung-tanggung, penurunannya mencapai 30 persen.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Taksi (Asosiasi Pengusaha Taksi) Sulawesi Selatan H.Burhanuddin. Ia bersama sejumlah pengusaha taksi di Kota Makassar melakukan aksi damai menolak beroperasinya taksi Uber dan Grab sebelum mereka memiliki izin.

"Selain belum mengantongi seluruh persyaratan yang dibutuhkan, juga akan mematikan pengusaha taksi reguler berbasis argo di Kota Makassar," kata Burhanuddin.

Loading...
Loading...