Kamis, 29 September 2016 09:22 WITA

Jokowi Force akan Bangun 200 Ribu Jamban di Bima

Editor: Almaliki
Jokowi Force akan Bangun 200 Ribu Jamban di Bima
Guntur

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Untuk mendukung terwujudnya konsep Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Jokowi-JK, Jokowi Force (J-Force) yang merupakan relawan pemenangan Presiden Jokowi akan membangun 200 ribu jamban di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini akan mulai diimplementasikan di awal tahun 2017.
 
Ketua Harian J-Force, Lettu Inf. M. Guntur menjelaskan pembangunan jamban di Kabupaten Bima ini sebagai langkah awal dan model untuk membangun 1 juta jamban 2017 yang memenuhi standar hidup sehat di seluruh wilayah Indonesia.

Program ini merupakan salah satu aksi nyata dari konsep Revolusi Mental yakni membangun Indonesia dan masyarakat berperilaku sehat. Sebab sampai saat ini sebanyak 55 juta penduduk Indonesia, baik di kota maupun di desa sebagian besar masih buang air besar (BAB) sembarangan, di kali, sungai, kebun, atau sawah bahkan di pekarangan rumah.
 
“Ini mental buruk yang menyebabkan generasi menjadi lemah baik fisik maupun pikiran karena terkena penyakit dari kotoran manusia. Sehingga ini menjadi penghambat utama kita semua untuk membangun bangsa yang kuat dan beradab,” jelasnya di Jakarta, Kamis (29/9).
 
Menurut Guntur, dampak penyakit yang rentan terjadi akibat BAB sembarangan ini salah satunya Escherichia Coli. Ini adalah penyakit yang menyebabkan manusia terutama anak kecil terkena diare, dehidrasi dan menghambat pertumbuhan bahkan berujung pada kematian.
 
“Akan tetapi, ada dampak negatif lain yang perlu disadari juga yakni menciptakan kemiskinan karena masyarakat terus mengeluarkan biaya untuk berobat dan tidak dapat beraktivitas menghasilkan pendapatan. Kemiskinan tidak terkendalikan, terciptalah generasi yang tidak mampu berpikir dan berkarya,” imbuhnya.
 
Untuk diketahui, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2012, sebanyak 39-40 juta orang yang buang air besar sembarangan, itu termasuk orang yang mempunyai WC, namun masih membuang kotorannya ke sungai. Riset yang dilakukan UNICEF dan WHO, juga menyatakan lebih dari 370 balita Indonesia meninggal akibat perilaku buruk BAB sembarangan.
 
Data WHO pun menyebutkan sebanyak 88 persen angka kematian akibat diare disebabkan kesulitan mengakses air bersih dan keterbatasan sistem sanitasi. Hal itu juga diperparah oleh perilaku BAB sembarangan.
 
“Untuk itu, membangun jamban yang memenuhi standar bersih adalah keniscayaan dalam rangka membangun negara dan generasi yang sehat dan hebat,” tegas Guntur.

Loading...
Loading...
Loading...