Jumat, 09 September 2016 08:37 WITA

Makanan dan Pakaian Ini Hanya Ada di Festival F8

Penulis: Nurhikmah
Editor: Vkar Sammana
Makanan dan Pakaian Ini Hanya Ada di Festival F8

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Konsulat Jenderal Australia, Konsulat Jenderal India, dan Switzerland meramaikan event Makassar International Eight Festival and Forum yang populer dengan F8 (Food, Fashion, Film, Flower, Folk Song, Fussion Jazz, Fine Art, and Fiction Writer) yang dihelat 8 sampai 10 September 2016 di Anjungan Pantai Losari. Ketiganya membuka booth di arena yang menghadirkan 20 negara dari 5 benua, serta 42 kabupaten dan kota di Indonesia.

Masing-masing negara ini menghadirkan makanan dan pakain khas dari negaranya masing-masing. Dipastikan pakaian dan makanan tersebut pun hanya bisa dijumpai di Area Festival F8. Apa saja yang dibawa negara-negara ini?

Di booth India dipamerkan sari dan turban, pakaian khas India untuk laki - laki dan perempuan. Ada juga foto yang memuat gambar Perdana Menteri India Jawaharal Nehru bersama Presiden Soekarno yang diabadikan di bulan Juni 1950, dan foto Mahatmah Gandhi. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk foto booth dengan latar bendera India.

Sementara itu sesuai dengan janjinya, di booth Australia, sudah ada cheff yang menyajikan sate Kanguru, dan sate daging Sapi Australia. Puluhan pengunjung nampak memadati dan antri, penasaran ingin mencicipi rasa sate daging Kanguru dan Sapi Australia. Uniknya sate ini dibuat tanpa bumbu kacang.

Makanan dan Pakaian Ini Hanya Ada di Festival F8

Rasa penasaran pengunjung kian bertambah saat mengetahui bumbu sate diracik khusus oleh isteri Konjen Australia untuk Makassar, Putri.

Loading...

Ia menyiapkan 1.800 porsi sate yang bisa dinikmati khusus di hari pembukaan Makassar F8. Menurut staf Konjem Australia Sean Turner, yang membedakan daging Sapi asal negaranya dengan daging sapi lokal adalah teksturnya yang lembut.

Meski sate dikenal sebagai kuliner khas Indonesia, Turner mengaku warga Australia cukup familiar dengan olahan daging yang dipotong dadu lalu dipanggang dengan arang.

"Sering disajikan saat acara Barbekyu atau kumpul - kumpul dengan keluarga," jelasnya.

Sementara itu, di booth Switzerland diperkenalkan program pendampingan di bidang pariwisata dan perkebunan Kakao di beberapa daerah di Indonesia termasuk Tana Toraja, Bone, dan Luwu yang digagas oleh pemerintah Switzerland.

Provit, Planet and People (3P) menjadi prinsip dasar program pendampingan Swisscontact bagaimana mengembangkan pariwisata dan perkebunan Kakao yang ramah lingkungan, memberikan keuntungan finansial, serta memberdayakan masyarakat dan petani.

Loading...
Loading...