Rabu, 07 September 2016 20:38 WITA

Haji Berpaspor Palsu Mabrur atau Tidak? MUI Sulsel Bilang Begini

Penulis: Ais Nurbiyah Al- Jum'ah
Editor: Mulyadi Abdillah
Haji Berpaspor Palsu Mabrur atau Tidak? MUI Sulsel Bilang Begini
Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sulsel via Filipina saat dipulangkan ke tanah air, Minggu (4/9/2106).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus Jemaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia berpaspor palsu via Filipina akhirnya terbongkar. Modus ini disebut-sebut sudah lama terjadi.

Sudah ada beberapa warga Indonesia yang menunaikan ibadah haji dengan modus tersebut. Malah, diperkirakan masih ada ratusan JCH asal Indonesia yang sementara menunaikan ibadah haji via Filipina. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan pun mengaku prihatin dengan JCH ilegal yang berangkat dengan menggunakan paspor palsu dari Filipina.

Haji Berpaspor Palsu Mabrur atau Tidak? MUI Sulsel Bilang Begini

Menurut Wakil Sekretaris MUI Sulsel, Ikhwan AJ, siapa saja tidak perlu lagi menghakimi tentang mabrur atau tidaknya para JCH ilegal yang sedang menunaikan ibadah haji tersebut.

"Kita tidak perlu menghukumi lagi tentang mabrur tidaknya haji mereka. Seharusnya, ini menjadi warning bagi pemerintah untuk memperjuangkan kuota haji bagi Indonesia," tegas Ikhwan kepada Rakyatku.com. Rabu, (7/9/2016).

Loading...

Ikhwan pun berharap agar JCH tidak perlu memaksakan diri hingga menempuh cara-cara yang justru membawa mudharat bagi mereka dan keluarga. 

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Abdul Wahid Thahir masih menunggu petunjuk dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) terkait upaya pemulangan jemaah haji Sulsel yang saat ini telah ada di Makkah via Filipina. 

Menurutnya, meski bukan lagi menjadi wilayah kerja Kemenag, namun pihaknya akan dilibatkan. Pemulangan para jemaah yang menggunakan paspor palsu Filipina akan menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Kementerian Luar Negeri.

"Bagaimanapun yang namanya jemaah haji, kita tetap dilibatkan di situ. Tapi secara administrasi dan hukum tidak ada sama sekali. Kita tunggu saja Kementrian Luar Negeri dulu, karena dia punya urusan itu," ujar Abdul Wahid Thahir kepada Rakyatku.com. Selasa (6/9/2016).

Loading...
Loading...