Senin, 05 September 2016 09:37 WITA

Rusia Bangun Bunker Nuklir, Diduga Persiapan Perang Lawan Barat

Editor: Suriawati
Rusia Bangun Bunker Nuklir, Diduga Persiapan Perang Lawan Barat
Presiden Rusia, Vladimir Putin

RAKYATKU.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin kemungkinan mempersiapkan perang nuklir dengan Barat setelah menanam investasi besar-besaran di bunker nuklir rahasia, menurut pakar keamanan.

Fasilitas baru itu dikabarkan dibangun di lokasi strategis di sekitar Moskow. Ini telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pemimpin Rusia bisa mempersiapkan pertempuran radioaktif untuk menghancurkan Barat.

Baca juga: Hadapi Cina dan Korut, Jepang Tambah Anggaran Pertahanan

Putin diduga juga diyakini telah memerintahkan pembangunan fasilitas seluas 1036 km2 di wilayah terpencil pegunungan terpencil, dari mana ia bisa mengarahkan konflik.

Rusia Bangun Bunker Nuklir, Diduga Persiapan Perang Lawan BaratGambar satiellite baru telah menunjukkan fasilitas nuklir di pegunungan terpencil

Gambar satelit baru ini muncul dari pusat-pusat baru di dekat Gunung Yamantau. Ini muncul di tengah dugaan negara ini sedang bangunan senjata nuklir paling kuat di dunia yang diberi nama  Satan-2 (Setan-2).

Diperkirakan senjata mematikan memiliki kemampuan untuk menghancurkan daerah seluas Perancis.

Sekarang para ahli memperingatkan perang nuklir kemungkinan semakin dekat.

Dr Loren Thompson, seorang ahli pertahanan senior dari US think-tank Lexington Institute, mengatakan kepada The National Interest bahwa "kemungkinan perang nuklir antara Amerika dan Rusia bukan hanya masih ada, tapi mungkin akan berkembang.

loading...

"Dan kemungkinan besar tempat untuk memulai perang dalam konfrontasi militer di masa depan adalah tiga negara, Estonia, Latvia dan Lithuania."

"Kesalahan strategis terbesar dalam sejarah adalah kegagalan para pemimpin AS untuk menganggap serius kemungkinan perang nuklir antara Amerika dan Rusia setelah Perang Dingin berakhir."

Kremlin sudah memiliki senjata nuklir terbesar di dunia, dengan sekitar 7.300 hulu ledak.

Beberapa senjata yang mematikan telah ditempatkan sejauh 80 km di lepas pantai wilayah AS di Alaska.

Hubungan antara Barat dan Rusia telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah Rusia mencaplok Krimea.

Putin juga marah atas latihan militer skala besar NATO yang dilakukan di perbatasan Baltiknya.

Selain itu, dukungan Rusia untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad bertentangan dengan kebijakan Barat yang berusaha menggulingkan diktator genosida tersebut.
 

Tags
Loading...
Loading...