Rabu, 27 April 2016 11:33 WITA

Abu Sayyaf Penggal Sandera Setelah Pemerintah Gagal Bayar Uang Tebusan 

Editor: Suriawati
Abu Sayyaf Penggal Sandera Setelah Pemerintah Gagal Bayar Uang Tebusan 
INT

RAKYATKU.COM - Seorang sandera yang ditawan oleh kelompok militan Abu Sayyaf dipenggal setelah pemerintah gagal memberikan uang tebusan yang diminta.

John Ridsdel merupakan warga Kanada, dan ditahan Abu Sayyaf pada bulan September 2015. Untuk membebaskan Ridsdel, kelompok ekstrimis meminta tebusan 300 juta peso (setara dengan Rp85 milliar). Sayangnya pemerintah hanya menawarkan 20 juta peso, tapi mereka menolak.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau telah mengonfirmsi kabar mengerikan ini, dan mengatakan bahwa pemerintahnya akan bekerja dengan pemerintah Filipina dan mitra internasional untuk mengejar mereka yang bertanggung jawab atas "tindakan keji" itu.

"Saya marah atas berita bahwa seorang warga negara Kanada, John Ridsdel yang disandera di Filipina sejak 21 September 2015, telah tewas di tangan penculiknya," kata Trudeau.

"Ini adalah tindakan pembunuhan berdarah dingin dan tanggung jawab terletak pada kelompok teroris yang menyaanderanya."

Menurut laporan Dailymail, kepala Ridsdel ditempatkan di dalam kantong plastik, dan diletakkan di sepanjang jalan di kota Jolo provinsi Sulu, oleh dua pria bermotor. Keduanya melarikan diri, sesaat setelah meletakkan kepala korbab.

Loading...

Sebelum pemenggalan ini, militan Abu Sayyaf telah mengancam akan memenggal kepala salah satu dari tiga sandera yang mereka diculik pada bulan September lalu dari marina di Pulau Samal jika uang tebusan yang diminta tidak dibayar sampai hari Senin (25/04) jam 3 sore.

Walikota Jolo, Hussin Amin mengutuk pemenggalan kepala ini, dan menyalahkan Abu Sayyaf, yang telah terlibat dalam penculikan, pemenggalan dan pemboman sejak dulu.

Abu Sayyaf memulai serangkaian penculikan besar-besaran sejak muncul pada awal tahun 1990-an sebagai sebuah cabang dari pemberontakan separatis muslim minoritas di wilayah selatan Filipina, yang didominasi Katolik Romawi.

Militan Abu Sayyaf banyak menculik warga asing, termasuk Indonesia. Bulan lalu, 10 warga Indonesia juga diculik setelah kapal mereka di Bajak di perairan Filipina. Beberapa minggu berselang, kelompok ini kembali menculi 5 WNI lainnya. Mereka juga meminta sejumlah uang tebusan.

Loading...
Loading...