Selasa, 30 Juni 2020 20:00 WITA

Bill Gates: Covid-19 akan Kembali Dalam Jumlah Besar pada Oktober-November

Editor: Fathul Khair Akmal
Bill Gates: Covid-19 akan Kembali Dalam Jumlah Besar pada Oktober-November

RAKYATKU.COM - Bill Gates memperingatkan virus corona akan kembali dalam jumlah besar, pada Oktober-November saat suhu di Amerika Serikat (AS) pada posisi rendah.

Berbicara dalam CNN Global Town Hall pada Kamis malam, miliuner ini memperingatkan AS masih akan menjadi negara dengan kasus tertinggi Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona Sars-CoV-2.

"Penanganan lebih baik adalah mengurangi kematian. Tapi, secara khusus memasuki Oktober dan November, hal ini akan kembali dalam jumlah besar, jika kita tidak mengendalikan tingkah laku kita sebagaimana saat ini," pesannya, dilansir dari Press TV, Minggu (28/6).

Gates juga mengungkapkan kekecewaannya pada kurangnya tindakan pemerintahan Trump dalam menghentikan penyebaran virus.

"Kita sangat perlu memikirkan dunia di sini, dan kalian tahu, bahwa saya masih sangat kecewa, dan tanpa kepemimpinan AS, sangat sulit untuk bersama-sama, kalian tahu, sebuah respons," ujarnya.

"Kabar baiknya hanya angka kematian turun, karena kita mempelajari bagaimana menangani orang-orang dengan lebih baik," tambahnya.

"Tapi gambaran dunia dan gambaran AS keduanya lebih suram dari yang saya perkirakan."

loading...

Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan amal yang didirikan bersama istrinya, Melinda Gates, pada 2000, menyalurkan USD 100 juta untuk memerangi virus corona.

Ini bukan pertama kalinya Gates memperingatkan soal konsekuensi wabah global.

Dia telah mengatakan sebelumnya pandemi virus corona akan menyebabkan rasa sakit "selama bertahun-tahun yang akan datang."

"Pandemi Covid-19 - pandemi modern pertama - akan menentukan era ini," tulisnya pada bulan April.

“Tidak seorang pun yang hidup melalui 'Pandemi I' akan pernah melupakannya. Dan tidak mungkin untuk melebih-lebihkan rasa sakit yang dirasakan orang sekarang dan akan terus terasa selama bertahun-tahun mendatang. ”

Menurut data Universitas John Hopkins, 2,4 juta warga AS terinfeksi virus dan lebih dari 124.000 meninggal dunia.

Loading...
Loading...