Senin, 29 Juni 2020 22:30 WITA

Kementerian Perdagangan Apresiasi Program Kementan dalam RDP DPD RI

Editor: Abu Asyraf
Kementerian Perdagangan Apresiasi Program Kementan dalam RDP DPD RI
Srie Agustina

RAKYATKU.COM - Pelaksana Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Srie Agustina mengapresiasi kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan di era tatanan normal baru. 

Salah satunya program dalam membangun lumbung pangan di daerah yang menjadi satu solusi di masa ini.

"Sekarang sudah bagus sekali kerja Kementan. Sekarang Kementan sudah prioritaskan menanam kebutuhan daerah," ujar Srie Agustina yang pernah menjabat sebagai Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dalam rapat dengar pendapat DPD RI, di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Menurutnya kebijakan Kementan di bawah pimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo lebih baik dimana setiap provinsi saat ini didorong untuk menanam kebutuhan daerahnya sendiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain sehingga tercipta kemandirian pangan.

Kementerian Perdagangan Apresiasi Program Kementan dalam RDP DPD RI

"Saya dulu juga pernah menjabat jadi dirjen perdagangan dalam negeri. Dulu, misalnya Provinsi Lampung butuh cabai maka barang akan didatangkan dari Pasar Kramat Jati tapi kalo sekarang tidak," ucap Srie.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan bahwa sesuai arahan Mentan dalam menghadapi era tatanan baru pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan lumbung pangan secara mandiri dan berkelanjutan harus dapat dioptimalkan dalam penyediaan pangan.

loading...

"Dalam kebijakan stategis ketahanan pangan dan gizi, kita lakukan upaya memperkuat cadangan pangan dengan mendorong penerbitan peraturan daerah cadangan pangan provinsi dan kabupaten/kota," ucapnya.

Lebih lanjut Agung membahas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang menjadi acuan dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Kementerian Perdagangan Apresiasi Program Kementan dalam RDP DPD RI

Sebagai informasi, dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 dijelaskan bahwa pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan. 

Baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

"Mentan selalu mengatakan 267 juta penduduk Indonesia tidak boleh lapar. Artinya setiap individu juga harus dalam sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan," tutupnya.

Loading...
Loading...