Kamis, 25 Juni 2020 11:45 WITA

Kasus Corona Makassar Bertambah 2.059 dalam 43 Hari, Inikah Penyebab Yusran Jusuf Diganti?

Editor: Abu Asyraf
Kasus Corona Makassar Bertambah 2.059 dalam 43 Hari, Inikah Penyebab Yusran Jusuf Diganti?
Momen pelantikan Prof Yusran Jusuf sebagai penjabat wali kota Makassar, 13 Mei 2020.

RAKYATKU.COM - Hari ini, Kamis (25/6/2020), Prof Yusran Jusuf genap 44 hari menjadi penjabat wali kota Makassar. Mengapa diganti secepat itu?

Prof Yusran Jusuf dikenal sebagai sahabat dekat Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah. Buktinya banyak. Yusran antara lain ditunjuk menjadi ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Belakangan, Prof Yusran ikut lelang jabatan dan terpilih menjadi kepala Bappelitbangda. Organisasi baru hasil merger antara Bappeda dan Balitbangda.

Bappeda atau kini bernama Bappelitbangda adalah instansi paling strategis dalam pemerintahan daerah. Di sini, seluruh program pembangunan digodok.

Bukti kedekatan Nurdin dengan Yusran kembali dibuktikan dengan menunjuknya sebagai penjabat wali kota Makassar. Yusran dilantik pada 13 Mei 2020, menggantikan Dr Iqbal Samad Suhaeb.

Iqbal diganti tepat setelah setahun menjabat. Namun, yang mengejutkan, Prof Yusran Yusuf diganti lebih cepat. Hanya diberi kesempatan 43 hari. Terhitung sejak 13 Mei 2020 hingga Rabu, 24 Juni 2020.

Penggantinya, Prof Rudy Djamaluddin kabarnya akan dilantik hari ini, Kamis (25/6/2020) atau paling telat Jumat (26/6/2020). Prof Rudy sama-sama sahabat dekat Nurdin Abdullah. Dia saat ini menjabat kepala Dinas PU Sulsel.

Nurdin Abdullah sudah mengisyaratkan pergantian itu. Namun, belum menyampaikan alasannya.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Mendagri dan meminta pandangan tentang kondisi Makassar yang terus naik, kondisi masyarakat yang seperti ini," kata Nurdin, Rabu malam (24/6/2020).

Tapi mantan bupati Bantaeng itu secara tersirat mengungkap alasan di balik pergantian tersebut. Dia menyebutkan, dibutuhkan sinergitas antara Pemprov Sulsel dengan Pemkot Makassar untuk menyelesaikan Covid-19 di Makassar.

loading...

"Kalau virus corona di Makassar bisa kita atasi, maka 80 persen masalah Covid-19 di Sulsel selesai. Makanya Pj wali kota ini sangat penting. Terus terang, saya sudah membuat skenario-skenario untuk selesaikan Makassar dengan baik. Kemudian kita berlanjut ke daerah-daerah lainnya di Sulsel," beber Nurdin.

Prof Yusran dilantik menjelang Idulfitri. Di awal kepemimpinannya, dia langsung membuat kebijakan "kontroversi" di tengah pandemi Covid-19. Dia mengizinkan masjid di Kota Makassar menggelar salat Idulftri, walau dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

Meski mengizinkan warga salat Idulfitri di masjid, Yusran Jusuf tetap mengimbau agar umat Islam menggelar salat Idulftri di rumah. Dia juga memilih salat Idulfitri di rumah jabatan. Hanya diikuti keluarga dan staf rumah tangga.

Kasus Corona Makassar Bertambah 2.059 dalam 43 Hari, Inikah Penyebab Yusran Jusuf Diganti?

Entah karena kebijakan itu, fakta menunjukkan betapa mengerikannya virus corona di Makassar dalam 43 hari terakhir.

Sehari sebelum Prof Yusran Jusuf ditunjuk menjadi penjabat wali kota Makassar, Selasa (12/5/2020), kasus positif corona di Makassar tercatat Makassar 395 pasien.

Angka itu berkontribusi terhadap total kasus positif di Provinsi Sulsel yang mencapai 803 pasien pada 13 Mei 2020.

Lalu, 43 hari sejak Yusran Jusuf menjabat wali kota Makassar, kasus positif corona melonjak menjadi 2.454 pasien. Artinya, bertambah 2.059 pasien dalam waktu kurang dari dua bulan. Mengerikan!

Angka itu berkontribusi terhadap peningkatan kasus corona di Sulsel menjadi 4.194 hingga Rabu (24/6/2020). Empat puluh tiga hari lalu, kasus positif baru 803 pasien.

Loading...
Loading...