Sabtu, 06 Juni 2020 16:02 WITA

Tidak Diberi Mahar Sepeda Motor, Pria Ini Jual Istrinya di Media Sosial yang Akhirnya Banjir Telepon

Editor: Abu Asyraf
Tidak Diberi Mahar Sepeda Motor, Pria Ini Jual Istrinya di Media Sosial yang Akhirnya Banjir Telepon
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Tak puas memukuli istrinya, pria ini lalu mengirim fotonya ke media sosial. Lengkap dengan nomor teleponnya.

Tidak sampai di situ. Foto itu diiringi kalimat bernada cabul. Pria itu berasal dari negara bagian Uttar Pradesh, India. Sekarang sudah ditangkap.

Dalam postingan itu, dia meminta orang membayar untuk berbicara dengan istrinya. Dia juga mengundang orang asing untuk melakukan panggilan cabul kepadanya dan meminta dia untuk berhubungan seks.

Pria bernama Puneet dari Desa Thuthia mulai melecehkan sejak awal menikah. Dia sering memukuli istri karena tidak diberikan sepeda motor sebagai mahar pernikahan.

Tak tahan siksaan, istrinya memutuskan kembali ke rumah orang tuanya. Puneet tambah marah. Dia lalu mengirim foto istrinya ke media sosial.

Akibat "iklan cabul" itu, istrinya banjir telepon. Gerah, dia akhirnya mengadukan perilaku suaminya.

"Kami menangkap Puneet pada hari Senin. Dia telah dikirim ke penjara. Ini adalah kasus kejahatan terhadap wanita yang tidak biasa. Kami akan memastikan hukuman yang tegas bagi tertuduh," kata polisi.

Tradisi Mahar di India

loading...

Membayar dan menerima mas kawin adalah tradisi Asia Selatan yang sudah berusia berabad-abad. Orang tua mempelai wanita memberikan uang tunai, pakaian, dan perhiasan kepada keluarga mempelai pria.

"Apa yang membuat laki-laki kami merasa sangat berhak untuk berpikir bahwa mereka dapat menuntut sepeda dan uang? Jika Anda ingin sepeda, bekerja, dapatkan uang, dan beli!" komentar pemilik akun Riti Mittal di Facebook.

Praktik mas kawin kuno dibuat ilegal di India pada tahun 1961 dengan Dowry Prohibition Act. Disebutkan bahwa uang atau hadiah yang diminta atau diberikan sebagai mas kawin pada saat pernikahan akan dianggap dapat dihukum oleh hukum.

Mahar itu salah satu masalah sosial terbesar yang mempengaruhi perempuan dan anak perempuan di India. Perempuan rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga dan bahkan kematian. 

Laporan menunjukkan bahwa itu juga salah satu alasan, orang tua di India lebih memilih anak laki-laki, yang mengarah ke pembunuhan bayi perempuan.

Untuk mencegah kematian mahar dan pelecehan terhadap pengantin wanita, India memperkenalkan undang-undang anti-mahar yang kuat pada tahun 1983.
 

Loading...
Loading...