Sabtu, 06 Juni 2020 08:02 WITA

Sebelum Digunakan Jadi RS Darurat Covid-19, RS Wisata UIT Dirukiah Tim Wahdah Islamiyah

Editor: Abu Asyraf
Sebelum Digunakan Jadi RS Darurat Covid-19, RS Wisata UIT Dirukiah Tim Wahdah Islamiyah
Suasana penyiapan RS Wisata UIT sebagai RS darurat Covid-19.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Bertambah lagi rumah sakit darurat Covid-19. RS Wisata Universitas Indonesia Timur (UIT) di Jalan Abdul Kadir Makassar ikut beralihfungsi.

Pada tahap pertama, ada 16 kamar di lantai 3 dan 4 yang disiapkan jadi tempat karantina. 

Penyiapan rumah sakit dilakukan sejak Kamis (4/6/2020). Melibatkan sejumlah relawan. Mereka antara lain Para Relawan Indonesia (PRI), Wahdah Islamiyah, Peduli Dakwah, Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran beberapa perguruan tinggi di Makassar, dan lembaga lainnya.

Ketua tim relawan, dr Hisbullah mengatakan, alih fungsi RS Wisata UIT sebagai RS darurat Covid-19 sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel dalam melakukan karantina terhadap tenaga kesehatan dan pasien Covid-19.

Dia menyebutkan, beberapa hari ke depan, Pemerintah Provinsi Sulsel akan menutup semua tempat karantina tenaga kesehatan Covid-19. Sehingga harus disiapkan lokasi karantina alternatif. 

"Kita sudah siapkan untuk tahap awal ini 16 ruangan. Kemungkinan akan diisi tenaga Kesehatan atau pasien Covid-19 dari beberapa rumah sakit," ungkap dr Hisbullah.

Kebutuhan utama selama pengalihfungsian sebagai rumah sakit darurat Covid-19, akan diupayakan oleh lembaga-lembaga yang bergabung. Meliputi pemenuhan pangan, kebutuhan medis, dan kebutuhan lainnya.

"Kami harap, semoga seluruh masyarakat bisa mensupport RSDC (rumah sakit darurat Covid-19) ini," tambah dr Hisbullah.

Pembukaan RSDC ini diawali dengan kegiatan rukiyah oleh tim relawan Wahdah Islamiyah. Khususnya di lantai 3 dan 4 yang akan dijadikan sebagai lokasi karantina dan penanganan Covid-19. 

Salah seorang relawan, Abdullah bilang, ruqiyah ini sangat penting untuk sterilisasi tempat karena lama tidak digunakan maupun sebagai penguat persiapan RS darurat ini.

"Insya Allah beberapa hari ke depan tempat ini sudah bisa digunakan untuk mendukung penanganan Covid-19," ujar Abdullah.

Proses rukiah sempat berlangsung alot. Salah seorang petugas keamanan RS UIT menyebut dua lantai yang akan digunakan sempat lokasi karantina sudah enam tahun tak digunakan.

Terbukti, saat rukiah berlangsung, seorang petugas kebersihan rumah sakit mengalami gangguan. Tim relawan Wahdah Islamiyah berhasil memindahkan makhluk lain yang menghuni ruangan tersebut.
 

Loading...
Loading...

Berita Terkait