Selasa, 02 Juni 2020 21:03 WITA

Lansia Tunanetra Tinggal di Lereng Gunung Terisolasi, DPRD Jeneponto Ingin Pindahkan ke Perkampungan

Penulis: Samsul Lallo
Editor: Nur Hidayat Said
Lansia Tunanetra Tinggal di Lereng Gunung Terisolasi, DPRD Jeneponto Ingin Pindahkan ke Perkampungan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hartono, terus mengupayakan bantuanĀ dua orang lansia yang hidup dilereng gunung kampung terisolasi di Kabupaten Jeneponto.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hartono, terus mengupayakan bantuan dua orang lansia yang hidup dilereng gunung kampung terisolasi di Kabupaten Jeneponto.

Hartono bilang, dua orang lansia tersebut, Koa dan Nunrung, adalah warga Kampung Saluka, Desa Batujala, Kacamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Keduannya tinggal di lereng Gunung Calleangin dekat hutan lindung Pao-pao yang berbatasan Jeneponto-Gowa bagian utara.

"Dua warga kampung itu, alhamdulillah sudah mendapat bantuan PKH serta bantuan orang jompo melalui ADD. Namun, Koa dan Nunrung tidak punya KTP hanya Kartu Keluarga (KK) yang ada," ujar Hartono kepada Rakyatku.com, Selasa (2/6/2020).

Hartono mengaku akan mengusahakan dua lansia itu untuk dipindahkan ke perkampungan warga. Untuk tanah perumahannya, dia bersedia menanggungnya.

"Kalau dia tidak mau bongkar rumahnya tidak apa-apa. Tapi bagusnya lagi kalau dibangunkan rumah di kampung warga. Ini juga mengingat usianya sudah tua. Dan juga termasuk kondisi fisiknya, apalagi salah satunya ini penyandang disabilitas, tunanetra," sebutnya. 

loading...

Anggota DPRD Dapil II Tamalatea-Bontoramba itu, telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel. "Sudah ada sinyal, berharap itu terealisasi. Untuk kondisi ekonomi dan rumahnya memang sangat memprihatinkan. Kalau malam penerangannya menggunakan lampu lentera dari kaleng-kaleng bekas," sebutnya 

Menurutnya, kedua nenek dan kakek tersebut, tidak pernah menginjak kantor catatan sipil, selama mereka tinggal di Gunung Calleangin itu. "Selama tinggal di sana tidak pernah menginjak kantor capil," katanya.

Koordinator Daerah Program Keluarga Harapan (PKH), Sandra Dewi, mengatakan kedua orang tersebut mendapat PKH uang tunai sebesar Rp600 ribu sejak 2018 menjadi peserta.

"Untuk mendapatkan bantuan PKH harus punya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Batujala. Dan pasti selalu ditemukan sama pendampingku," ujarnya. (Samsul Lallo)

Loading...
Loading...