Selasa, 02 Juni 2020 11:02 WITA

Trump Putuskan Hubungan, Kepala WHO Bicara Kemurahan Hati Amerika Serikat yang Luar Biasa Selama Ini

Editor: Abu Asyraf
Trump Putuskan Hubungan, Kepala WHO Bicara Kemurahan Hati Amerika Serikat yang Luar Biasa Selama Ini
Tedros Adhanom Ghebreyesus

RAKYATKU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menanggapi santai pemutusan hubungan oleh Presiden AS, Donald Trump. Kontribusi Amerika selama ini justru dipuji.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji kontribusi Amerika Serikat yang luar biasa selama ini. Dia menyebut negara tersebut salah satu yang paling murah hati alias dermawan.

"Kontribusi dan kemurahan hati Amerika Serikat terhadap kesehatan global selama beberapa dekade sangat besar. Dan itu telah membuat perbedaan besar dalam kesehatan masyarakat di seluruh dunia," katanya, Senin (1/6/2020).

Tedros berharap, organisasinya dapat melanjutkan kolaborasi jangka panjang dengan Amerika Serikat.

Tedros yang berasal dari Ethiopia mengatakan, dia hanya tahu tentang keputusan AS dari media. Dirinya belum berkomunikasi formal dengan Trump terkait masalah itu. 

Namun, dia menolak untuk menjawab pertanyaan lebih lanjut tentang sikap AS.

Ditanya tentang risiko kesehatan potensial dari protes yang berkobar di Amerika Serikat karena rasisme, pejabat WHO lainnya, ahli epidemiologi Maria Van Kerkhove, mengatakan kontak dekat dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit Covid-19.

loading...

Kerusuhan meletus di Amerika Serikat setelah kematian seorang pria kulit hitam pekan lalu, George Floyd. Dia meninggal setelah polisi berlutut di lehernya dalam penangkapan.

Perlakuan polisi itu memicu protes luas. Membawa ribuan orang turun ke jalan-jalan. Melakukan perusakan dan bentrok dengan polisi. Menambah krisis negara itu yang dilanda wabah virus corona terburuk di dunia.

Pada briefing itu, kepala ilmuwan Soumya Swaminathan mengatakan, WHO harus memiliki informasi yang cukup dalam 24 jam untuk memutuskan apakah akan melanjutkan uji coba penangguhan hyrdroxychloroquine.

Trump telah menjadi salah satu dari mereka yang mempromosikan obat anti-malaria untuk membantu memerangi penyakit Covid-19, meskipun ada peringatan medis tentang risiko yang terkait.

Dengan banyak negara mengurangi penguncian karena tingkat kasus virus corona baru turun, ahli keadaan darurat Mike Ryan mengatakan patut dipuji untuk melihat ekonomi kembali ke jalurnya, tetapi pendekatan bertahap yang hati-hati masih diperlukan.

Tags
Loading...
Loading...