Selasa, 02 Juni 2020 08:02 WITA

Dianggap Lembek Hadapi Demonstran, Para Gubernur Dimarahi Donald Trump

Editor: Abu Asyraf
Dianggap Lembek Hadapi Demonstran, Para Gubernur Dimarahi Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump

RAKYATKU.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berbicara denan nada tinggi, Senin (1/6/2020). Dia berbicara dengan para gubernur negara bagian dalam telekonferensi.

Trump menggambarkan mereka lemah di tengah meningkatnya kerusuhan rasial. Trump mendesak para gubernur mengambil tindakan tegas terhadap demonstran yang anarki.

Dia meminta para gubernur menggunakan kekuatan untuk menghadapi para pemrotes. Jika tidak, lanjut Trump, mereka akan terlihat seperti orang bodoh.

"Jika Anda tidak mendominasi, Anda membuang-buang waktu," kata Trump.

Trump meminta para gubernur menggunakan militer untuk menerbitkan pengunjuk rasa. 

Presiden mengatakan bahwa orang yang ditangkap saat demonstrasi harus menjalani hukuman penjara 10 tahun.

Kerusuhan yang terjadi sejak Jumat telah menimbulkan banyak kerusakan di Amerika Serikat. Bentrokan massa dengan polisi tak terhindarkan. Perusakan harta pribadi dan penjarahan juga merajalela.

Trump sendiri tidak banyak membahas kasus kematian George Floyd di akun Twitter-nya. 

loading...

Trump hanya sempat menyinggung kasus pembunuhan George Floyd di Minneapolis pada 25 Mei saat sambutan di Florida, Sabtu. 

"Kemarin saya berbicara dengan keluarga George dan menyatakan kesedihan seluruh bangsa kami atas kehilangan mereka. Saya berdiri di hadapan Anda sebagai teman dan sekutu bagi setiap orang Amerika yang mencari keadilan dan perdamaian," katanya sebelum melanjutkan untuk membahas peluncuran roket yang berhasil. 

"Penyembuhan, bukan kebencian, keadilan, bukan kekacauan, adalah misi yang ada," lanjut dia.

Pernyataan itu sangat kontras dengan banyak tweetnya, yang sifatnya lebih agresif.

"Saya ada di dalam, mengawasi setiap gerakan, dan tidak bisa merasa lebih aman," presiden tweeted Sabtu pagi tentang protes di luar Gedung Putih pada Jumat malam. 
"Mereka membiarkan 'pengunjuk rasa' menjerit-jerit sebanyak yang mereka inginkan, tetapi setiap kali seseorang disambut dengan anjing-anjing yang paling ganas, dan senjata paling tidak menyenangkan, yang pernah saya lihat."

Protes semakin memanas pada Jumat malam di luar Gedung Putih sehingga Secret Service bergegas membawa presiden ke bunker bawah tanah yang sebelumnya digunakan selama serangan teroris.

Loading...
Loading...